@thesis{thesis, author={Nurul Istiqamah Nurul Istiqamah}, title ={Elastisitas Permintaan dan Faktor Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Konsumsi Tempe dan Tahu (Studi Kasus pada Rumahtangga di Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang Kota Makassar)}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7428/}, abstract={Tempe dan tahu sebagai salah satu sumber protein nabati mempunyai tingkat konsumsi lebih tinggi dibandingkan makanan sumber protein hewani seperti daging atau ikan. Pada umumnya, masyarakat cenderung memilih mengonsumsi barang dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini juga berlaku pada produk seperti tahu dan tempe, yang dinilai lebih ekonomis dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen yang membeli tempe dan tahu di Kelurahan Tamamaung Kota Makassar. (2) Mengidentifikasi jumlah konsumsi tempe dan tahu yang dibeli konsumen. (3) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah konsumsi tempe dan tahu rumahtangga. (4) Menganalisis elastisitas permintaan tempe dan tahu rumahtangga. Penelitian dilakukan di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar selama 1 bulan yaitu dari bulan Juli–Agustus 2024. Populasi sampel yang digunakan pada penelitian ini dibulatkan menjadi 100 keluarga di mana yang menjadi responden adalah ibu rumahtangga yang mengonsumsi tempe dan tahu. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi berganda dan analisis elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik rumahtangga konsumen tempe dan tahu di Kelurahan Tamamaung adalah ibu rumahtangga, berusia 22 sampai 56 tahun, pendidikan terakhir SMA/SMK hingga S1, memiliki berbagai macam pekerjaan atau profesi. (2) Rata-rata jumlah konsumsi tempe dalam satu bulan adalah sebesar 4,51 Kg, untuk jumlah konsumsi tempe terendah sebesar 3 Kg/bulan dan tertinggi sebesar 6 Kg/bulan. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah konsumsi tempe di Kelurahan Tamamaung adalah harga tempe, harga tahu, harga ikan dan harga telur ayam, sedangkan pendapatan rumahtangga dan jumlah anggota rumahtangga tidak berpengaruh terhadap konsumsi tempe. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah konsumsi tahu adalah harga tempe, harga tahu dan pendapatan rumahtangga, sedangkan harga ikan, harga telur ayam dan jumlah anggota rumahtangga tidak berpengaruh terhadap konsumsi tahu. (4) Elastisitas permintaan tempe yaitu elastisitas harga tempe sebesar -0,196 artinya tempe bersifat inelastis. Elastisitas permintaan tahu yaitu elastisitas harga tahu sebesar -0,907 artinya tahu bersifat inelastis.} }