@thesis{thesis, author={Dwi Nurmawanti Dwi Nurmawanti}, title ={Respon Pertumbuhan Setek Tanaman Murbei (Morus alba L.) Terhadap ZPT Alami Air Kelapa Dan Ekstrak Tauge}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7434/}, abstract={Murbei adalah tanaman perdu atau pohon kecil dari famili Moraceae yang dikenal karena daunnya menjadi pakan utama ulat sutera (Bombyx mori). Kendala utama dalam perbanyakan tanaman murbei adalah rendahnya tingkat keberhasilan stek, yang disebabkan oleh kurangnya pembentukan akar pada stek yang ditanam. Hal ini menyebabkan setek murbei gagal tumbuh dengan baik, sehingga memperburuk hasil perbanyakan tanaman secara keseluruhan. Perkembangan akar dan pucuk pada setek murbei dapat ditingkatkan dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pemberian ZPT air kelapa dan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan setek tanaman murbei. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada bulan April - Juni 2025. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dua faktor. Faktor pertama, air kelapa yang terdiri atas tiga taraf yaitu kontrol, 100 ml/L air, 200 ml/L air. Faktor kedua, ekstrak tauge yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol, 50 g/L air, 100 g/L air, 150 g/L air dan 200 g/L air. Penelitian ini terdiri atas 15 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan, menghasilkan 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa berpengaruh sangat baik waktu muncul tunas, panjang tunas dan lebar daun. Sedangkan perlakuan ekstrak tauge berpengaruh sangat baik terhadap waktu muncul tunas, panjang tunas dan panjang akar. Namun tidak ada intereaksi antara ZPT air kelapa dan ekstrak tauge.} }