@thesis{thesis, author={Dian Irfani. D Dian Irfani. D}, title ={Strategi Pengembangan Usahatani Pala (Myristica Fragrans Houtt.) di Kabupaten Kolaka Utara (Studi Kasus Petani Pala di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha)}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7448/}, abstract={Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman daerah tropis yang tergolong dalam tanaman berumah dua (dioecious) dan dikenal sebagai tanaman rempah. Buah pala mengandung senyawa-senyawa umum seperti karbohidrat, protein, lemak struktural dan mineral-mineral (kalium, potassium, magnesium dan fosfor) terutama minyak atsiri yang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, setiap bagian dari buah pala memiliki zat aktif sebagai zat antimikroba, antibakteri, antioksidan, antifungi dan anti inflamasi. Buah pala terdiri dari empat bagian yaitu kulit buah, daging buah, fuli dan biji. Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Mengidentifikasi jumlah produksi dan produktivitas pala di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (2) Menganalisis pendapatan usahatani pala (3) Menganalisis kelayakan usahatani pala (4) Mendeskripsikan faktor internal dan faktor eksternal dalam pengembangan usahatani pala (5) Merumuskan strategi pengembangan usahatani pala. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara selama 3 bulan yaitu Mei-Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 31 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai subjek penelitian. Metode analisi data yang digunakan meliputi analisi deskriptif, analisis pendapatan, analisis kelayakan dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jumlah produksi dan produktivitas usahatani pala di Desa Jabal Kubis menunjukkan hasil yang cukup baik. Produksi biji pala rata-rata per musim panen berkisar antara 32,29–36,84 kg, sedangkan produksi fuli pala meningkat dari 6,45 kg menjadi 8,03 kg per musim. (2) Pendapatan petani pala tergolong menguntungkan, dengan total penerimaan rata rata sebesar Rp8.255.680 per tahun, biaya produksi pala Rp3.310.261 dan pendapatan bersih sebesar Rp4.945.419. Komponen penerimaan terbesar berasal dari penjualan fuli pala yang bernilai tinggi di pasaran. (3) Kelayakan usaha ditunjukkan oleh nilai R/C Ratio sebesar 2,49, yang berarti setiap pengeluaran Rp1 menghasilkan penerimaan Rp2,49. (4) Faktor internal yang menjadi kekuatan meliputi modal usaha, kualitas biji pala, motivasi petani, dan ketersediaan lahan, sedangkan kelemahan utamanya adalah keterbatasan teknologi dan penanganan pascapanen yang belum optimal. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah fluktuasi harga, ketergantungan pada pengecer, pasar yang terbuka luas, dan tingginya permintaan konsumen, sementara ancamannya adalah mahalnya pupuk, kurangnya pelatihan, dan serangan hama. (5) Strategi pengembangan usahatani pala yang dihasilkan melalui analisis SWOT meliputi strategi S-O untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang, strategi W-O untuk memanfaatkan peluang guna mengatasi kelemahan, strategi S-T untuk menggunakan kekuatan dalam menghadapi ancaman, dan strategi W-T untuk meminimalkan kelemahan sekaligus menghindari ancaman. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing usahatani pala di Desa Jabal Kubis.} }