@thesis{thesis, author={Nurul Annisa Nurul Annisa}, title ={Analisis Keuntungan, Efisiensi dan Saluran Pemasaran Jagung Hibrida di Kabupaten Soppeng (Studi Pada Usahatani Jagung Hibrida di Desa Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo).}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7449/}, abstract={Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman palawija utama di Indonesia yang kegunaannya relatif luas, terutama untuk pakan ternak. Jagung juga merupakan komoditas yang diminta di pasar dunia. Namun demikian, jagung di Indonesia sebagaimana umumnya komoditas pangan lainnya merupakan hasil produksi petani-petani skala kecil. Desa Marioritengnga adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng yang memiliki potensi serta mempunyai sumber daya yang sangat menunjang untuk melaksanakan usahatani jagung. Pengembangan komoditas jagung hibrida didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, memiliki peranan besar dalam meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, membuka kesempatan kerja, menunjang pengembangan agribisnis, meningkatkan ekspor mengurangi impor serta melestarikan sumber daya alam. Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Mendeskripsikan jumlah produksi dan pendapatan petani jagung hibrida di Desa Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng (2) Mendeskripsikan lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran jagung hibrida (3) Mendeskripsikan saluran pemasaran jagung hibrida (4) Menganalisis biaya dan keuntungan lembaga pemasaran jagung hibrida (5) Menganalisis marjin pemasaran jagung hibrida (6) Menganalisis nilai efisiensi pemasaran jagung hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Terdapat 2 jenis sampel yaitu petani dan padagang. Sampel petani berjumlah 52 responden dan sampel pedagang berjumlah 2 pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis deskriptif, analisis biaya dan keuntungan lembaga pemasaran, analisis marjin pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produksi yang diperoleh per responden sebesar 3.342 Kg dan per Ha sebesar 4.574 Kg, harga yaitu Rp.3.963, penerimaan yang diperoleh per responden sebesar Rp.13.248.308 dan per Ha sebesar Rp.18.129.263. Total biaya per responden Rp.4.210.669 dan per Ha sebesar Rp.5.761.969 sehingga pendapatan yang diperoleh per responden sebesar Rp.9.037.638 dan per Ha Rp.12.367.294. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan usahatani jagung hibrida menguntungkan. (2) Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran jagung hibrida sebanyak dua orang. (3) Terdapat 1 saluran pemasaran jagung hibrida yaitu dari petani kepada pedagang pengumpul kemudian dipasarkan kepada pedagang besar yang ada di Kota Makassar. (4) Marjin pemasaran jagung hibrida pada pedagang pengumpul 1 dan 2 masing masing sebesar Rp.1.500/kg. (5) Keuntungan lembaga pemasaran jagung hibrida pada pedagang pengumpul 1 dan 2 masing-masing sebesar Rp.1.185/kg. (6) Efesiensi pemasaran jagung hibrida pada pedagang pengumpul 1 dan 2 masing masing sebesasar 5,72%. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran jagung hibrida pada lembaga pemasaran efisien karena mendapatkan nilai efesiensi <50%.} }