@thesis{thesis, author={Aditya Aditya}, title ={Pengaruh Pengetahuan, Modal Sosial, dan Religiusitas terhadap Produktivitas Kakao (Studi Kasus Petani Kakao di Desa Pasampang, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara)}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7452/}, abstract={Sulawesi Tenggara sebagai daerah penghasil kakao terbesar kedua di Indonesia memainkan peranan strategis dalam ekspor kakao nasional. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi produktivitas kakao adalah tingkat pengetahuan, modal sosial dan nilai religiusitas. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifkasi produksi dan produktivitas pada usahatani kakao (2) menganalisis tingkat pengetahuan petani terhadap usahatani kakao (3) menganalisis tingkat modal sosial petani kakao (4) menganalisis aplikasi religiusitas petani dalam mengelola usahatani kakao. (5) menganalisis pengaruh tingkat pengetahian, modal sosial, dan religiusitas terhadap produktivitas kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pasampang, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara pada bulan April – Juni 2025. Populasi adalah seluruh petani kakao yang tergabung dalam kelompok tani. Penentuan sampel menggunakan metode sensus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis desktiptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelititan menunjukkan (1) produksi kakao petani berada pada kisaran 503–1.635 kg, dengan rata-rata produktivitas sebesar 1.043 kg termasuk kategori produksi tinggi (2) tingkat pengetahuan petani terhadap teknologi budidaya kakao berada dalam kategori tinggi dengan total skor 1.476 (3) modal sosial petani, seperti kepercayaan, partisipasi, dan jaringan sosial, juga tergolong tinggi (4) religiusitas petani berada dalam kategori tinggi dengan total skor 1.134. (5) Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa bahwa tingkat pengetahuan, modal sosial, dan religiusitas berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kakao. Nilai signifikansi masing-masing variabel adalah 0,000 untuk pengetahuan dan modal sosial, serta 0,014 untuk religiusitas (seluruhnya < 0,05), yang berarti ketiga variabel tersebut secara nyata mempengaruhi hasil produksi kakao petani.} }