@thesis{thesis, author={Rahim Inayah Amalia}, title ={FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM TYPHOID PADA PASIEN DI PUSKESMAS MINASAUPA KOTA MAKASSAR TAHUN 2024}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7529/}, abstract={Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan bahwa tahun 2017 sebanyak 1.049 orang anak yang mengidap penyakit Demam Typhoid, selain itu adapun data Demam Typhoid yang diperoleh dari dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2018 yaitu pasien anak yang menderita Demam Typhoid sebanyak 1.172. Kejadian penyakit Demam Typhoid meningkat dalam 5 tahun terakhir. Situasi penyakit Demam Typhoid di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2019 yaitu penyakit Demam Typhoid tercatat sebanyak 23,271 orang. Tinginya kasus Demam Typhoid di daerah tertentu dapat menunjukkan bahwa daerah tersebut masih memiliki Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang masih buruk. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui faktor risiko kejadian Demam Typhoid pada pasien di Puskesmas Minasaupa Kota Makassar Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan menggunakan case control study. Populasi penelitian yaitu keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Dalam penelitian ini pengambilan sampel mengggunakan total sampling, jumlah sampel yaitu 134 responden. Metode analisis data menggunakan nilai oods ratio (OR) dengan batas kemaknaan α= 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal hygiene (OR = 2,709; CI = 1,085–6,764) dan status sosial ekonomi (OR = 1,726; CI = 0,832–3,583) merupakan faktor risiko terhadap kejadian Demam Typhoid. Sementara itu, pengetahuan (OR = 0,725; CI = 0,237–2,217 ) merupakan faktor protektif terhadap kejadian Demam Typhoid dan sanitasi lingkungan (OR = 1,000; CI = 0,137–7,315) bukan merupakan faktor risiko terhadap kejadian Demam Typhoid. Personal hygiene yang kurang serta status sosial ekonomi yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian Demam Typhoid di wilayah kerja Puskesmas Minasaupa. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pengetahuan tentang penularan Demam Typhoid ke dalam perilaku preventif sehari-hari. Serta memperhatikan kebersihan diri, khususnya praktik personal hygiene seperti mencuci tangan sesuai dengan 6 langkah WHO, menghindari kebiasaan jajan sembarangan dan memastikan makanan disimpan dan disajikan secara higienis untuk mencegah risiko penularan Demam Typhoid.} }