@thesis{thesis, author={Kempa Nadia}, title ={ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTANG PERUMNAS KOTA MAKASSAR TAHUN 2024}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7563/}, abstract={Tuberkulosis Paru masih menjadi masalah kesehatan prioritas global karena menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit kronik langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui rute udara (batuk, tertawa dan bersin). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun 2024 Puskesmas Antang Perumnas merupakan salah satu puskesmas yang terus mengalami peningkatan kasus TB Paru dengan jumlah 57 penderita pada tahun 2021, 81 penderita pada tahun 2022, dan 71 penderita pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain studi Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru BTA positif dan BTA negatif yang tercatat pada data rekam medik Puskesmas Antang Perumnas pada Tahun 2023, yakni sebanyak 242 orang dengan sampel sebanyak 67 orang dan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa status gizi (p=0,005; OR=0,223), kebiasaan merokok (p=0,003; OR=4,933), ventilasi rumah (p=0,001; OR=6,000), dan pencahayaan sinar matahari (p=0,002; OR=8,842) merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian TB Paru. Sedangkan kepadatan hunian (p=0,151; OR=2,078) bukan merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian TB Paru. Pencahayaan sinar matahari (p=0,002; koefisien B=2,820; OR=16,778) merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian TB Paru. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar mengkaji lebih dalam terkait variabel yang tidak berpengaruh terhadap kejadian TB Paru dan menambahkan variabel lain yang belum diteliti oleh peneliti (kelembaban, suhu, dinding rumah) untuk lebih menyempurnakan penelitian ini sehingga hasil diperoleh lebih mendalam dan maksimal.} }