@thesis{thesis, author={Multiana Multiana}, title ={FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA TEKNISI PT. PLN (Persero) UNIT LAYANAN PELANGGAN KAREBOSI}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7567/}, abstract={Kecelakaan Kerja Menurut Frank E. Bird (Bird, 1989) adalah suatu kejadian tidak diinginkan, dan dapat menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan harta benda. Kecelakaan kerja umumnya terbagi menjadi dua faktor utama, yaitu tindakan tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition). Tindakan tidak aman (unsafe action) adalah tindakan yang dapat membahayakan pekerja itu sendiri maupun orang lain yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan (Ismawati, 2023). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada pekerja teknisi PT.PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Karebosi, ada beberapa pekerja yang pernah mengalami kecelakaan kerja seperti terkena stik pemangkas, terpeleset dan tertimpa dahan pohon. Hal tersebut terjadi dikarenakan pekerja tersebut tidak menggunakan alat sesuai dengan prosedur, sehingga dapat menimbulkan tindakan tidak aman (unsafe action). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja teknisi PT.PLN (persero) Unit Layanan Karebosi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh teknisi PT.PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Karebosi sebanyak 29 pekerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sebanyak 29 pekerja. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan tingkat kepercayaan α=0,05. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja teknisi adalah sikap kerja dengan p-value 0.012, pendidikan terakhir dengan p- value 0.004 dan kelelahan kerja dengan p-value 0.033. Sedangkan, variabel yang tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) adalah lingkungan kerja non fisik dengan p-value 0.622 dan beban kerja dengan p-value 0.438. Sarannya, pekerja xv diharapkan lebih memperhatikan kondisi fisik dan mental agar tidak terjadi kelelahan yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan tindakan tidak aman, maka dari itu pekerja juga sebaiknya manfaatkan waktu istirahat dengan baik.} }