@thesis{thesis, author={Zikrina Nadya Nur}, title ={ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN NON KARSINOGENIK KANDUNGAN KROMIUM (Cr) DAN KADMIUM (Cd) PADA KERANG BAKALANG (MARCIA HIANTINA. L) YANG DIKONSUMSI OLEH MASYARAKAT LANSIA DI LANTEBUNG KOTA MAKASSAR TAHUN 2025}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7615/}, abstract={Wilayah pesisir di sekitar Selat Makassar memiliki kekayaan sumber daya perikanan, termasuk kerang bakalang (Marcia hiantina). Namun, kawasan ini menghadapi risiko pencemaran akibat berbagai aktivitas yang kompleks, seperti industri, perikanan, pelabuhan, dan kegiatan rumah tangga, yang berpotensi menjadi sumber masuknya bahan pencemar ke perairan pesisir Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan pada masyarakat lansia akibat pajanan logam kadmium (Cd) dan kromium (Cr) melalui konsumsi kerang bakalang yang berasal dari Perairan Lantebung, Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat lansia yang mengonsumsi kerang bakalang. Sampel masyarakat dipilih sebanyak 30 orang menggunakan teknik quota sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Sementara itu, sampel kerang bakalang diambil dari 6 titik lokasi berbeda di Perairan Lantebung dengan menggunakan metode selected sampling. Dari 30 masyarakat yang di wawancara di Kelurahan Bira terdapat 1 masyarakat yang mempunyai RQ>1 pada pemeriksaan Kromium (Cr) sedangkan 29 masyarakat lainnya dinyatakan masih aman atau tidak berisiko karena memiliki nilai RQ≤1. Sedangkan tingkat risiko terpajan kadmium (Cd) dari hasil perhitungan, masyarakat memiliki nilai RQ≤1 yang artinya 30 masyarakat tidak berisiko terhadap penyakit non karsinogenik akibat Kadmium (Cd) dalam waktu 30 tahun mendatang. Kepada masyarakat khususnya lansia baik yang menangkap sendiri maupun beli untuk membatasi konsumsi kerang di Perairan Lantebung karena kerang tersebut terkontaminasi logam berat dan perlunya melakukan bioremediasi atau depurasi untuk menurunkan kadar logam berat.} }