@thesis{thesis, author={Andriani Putri}, title ={FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA DOKTER MUDA DI RUMAH SAKIT IBNU SINA YW UMI MAKASSAR KOTA MAKASSAR TAHUN 2025}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7629/}, abstract={Salah satu permasalahan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan kerja adalah kelelahan. Istilah kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga kerja untuk melakukan suatu kegiatan, sehingga mengakibatkan terjadinya pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Kelelahan kerja yang terjadi secara terus menerus untuk jangka waktu yang panjang akan menjadi kelelahan kronis. Kelelahan terjadi apabila beban kerja 30-40% dari kapasitas kerja disamping akibat pekerjaan statis yang dilakukan dalam jangka waktu yang tidak singkat. World Health Organization (WHO) dalam model kesehatan yang dibuat sampai tahun 2020 meramalkan gangguan psikis berupa perasaan lelah yang berat dan berujung pada depresi akan menjadi awal penelitian yang dilakukan oleh Kementrian Tenaga Kerja Jepang terhadap 12.000 perusahaan yang melibatkan sekitar 16.000 pekerja di negara tersebut yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa 65% pekerja mengeluhkan kelelahan fisik akibat kerja rutin, 28% mengeluhkan kelelahan mental dan sekitar 7% pekerja mengeluh stress berat dan merasa tersisihkan. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 120 sampel. Metode yang digunakan analisis data menggunakan uji univariat, uji bivariat dengan korelasi chi-square. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada dokter muda yaitu (p-value 0,001), ada hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat kelelahan kerja pada dokter muda yaitu (p-value 0,041), ada hubungan antara beban kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada dokter muda yaitu (p-value 0,000), ada hubungan antara stres kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada dokter muda yaitu (p-value 0,000), tidak ada hubungan shift kerja dengan tingkat kelelahan kerja yaitu (p-value 0,863). Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain yang berhubungan dengan tingkat kelelahan kerja.} }