@thesis{thesis, author={PRATAMA A.WAHYU}, title ={FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA (7-59) BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAHU KABUPATEN BONE TAHUN 2025}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7633/}, abstract={Di indonesia, angka stunting terbilang tinggi sekitar 21,6% pada 2022, walaupun menurun dari 24,4% di tahun sebelumnya. Penurunanya ditargetkan menjadi 14% sejak 2024 dengan membutuhkan usaha maksimal. Stunting berdampak jangka pendek seperti gangguan kecerdasan, otak, metabolisme, pertumbuhan serta periode panjang seperti penurunan imunitas tubuh, kognitif, serta penyakit kronis di usia tua. Studi ini ingin mencermati besaran faktor risiko kejadian stunting pada anak balita usia (7-59) bulan di Puskesmas Kahu Kab Bone. Studi ini berjenis survei analitik secara berpendekatan case control. Dengan total sampel 19 balita dibagian case dan 19 balita dibagian control yang berumur 7-59 bulan. Dengan mengandalkan instrument kuesioner serta wawancara. Studi ini menghasilkan jika 38 balita dengan perbandingan 1:1 menunjukkan bahwa adanya faktor risiko pemberian ASI eksklusif sebanyak (OR=1,59 >1), kunjungan kehamilan sebenyak (OR=3,92 >1), usia melahirkan sebanyak (OR= 3,92 >1), berat badan lahir sebanyak (OR=2,11 >1), dan risiko riwayat penyakit infeksi sebanyak (OR=2,05 >1) pada kejadian stunting pada balita di Puskesmas Kahu Kab Bone. Simpulan dari studi ini yaitu adanya faktor risiko pemberian ASI eksklusif, kunjungan kehamilan, usia melahirkan, berat badan lahir serta riwayat penyakit infeksi pada kejadian stunting pada balita di Puskesmas Kahu Kab Bone. Disarankan merancang upaya mencegah stunting perlu dilakukan secara holistik, seperti edukasi, perbaikan layanan kesehatn ibu dan anak, serta intervensi pada faktor-faktor risiko utama yang ditemukan} }