@thesis{thesis, author={Diapaty Mayulu Cindy Berliana}, title ={PENERAPAN BLOWING BALLOON THERAPY TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG IGD RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR}, year={2025}, url={http://repository.umi.ac.id/7690/}, abstract={Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi kronis yang berdampak pada fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien. Pasien TB sering mengalami masalah keperawatan seperti bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, serta gangguan pola tidur akibat gejala sesak napas, batuk produktif, dan penumpukan sekret. Intervensi nonfarmakologis seperti blowing balloon menjadi alternatif penting dalam meningkatkan saturasi oksigen dan membantu proses pemulihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan blowing balloon therapy terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Tuberkulosis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis asuhan keperawatan pada pasien Ny. S, usia 70 tahun, dengan diagnosa Tuberkulosis Paru di ruang IGD RSUD Labuang Baji Makassar. Asuhan keperawatan meliputi pengkajian, identifikasi diagnosa keperawatan prioritas, intervensi (teknik blowing balloon selama 15– 20 menit, dengan stabilisasi pasien selama 1 jam menggunakan oksigen sehingga SPO2 meningkat menjadi 96%), implementasi, dan evaluasi dalam waktu 1x8 jam. Pengumpulan data dilakukan secara observasional sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan intervensi keperawatan dengan fokus pada latihan blowing balloon , ditemukan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 90% menjadi 100% dengan bantuan oksigen nasal kanula 4 L/menit. Selain itu, pasien mampu melakukan batuk efektif, produksi dahak berkurang, dan ada perbaikan pada frekuensi napas serta kenyamanan pernapasan. Namun, gangguan pola tidur masih dialami oleh pasien akibat keluhan batuk dan sesak malam hari. Kesimpulan: Penerapan blowing balloon therapy dapat meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki fungsi pernapasan pada pasien Tuberkulosis Paru. Background: Pulmonary Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that affects respiratory function and patients’ quality of life. TB patients frequently experience nursing problems such as ineffective airway clearance, ineffective breathing patterns, and sleep disturbances due to symptoms including shortness of breath, productive cough, and mucus accumulation. Non-pharmacological interventions, such as blowing balloon therapy, represent an important alternative for improving oxygen saturation and aiding the recovery process. Objective: This study aims to determine the effect of blowing balloon therapy on changes in oxygen saturation among pulmonary tuberculosis patients in the Emergency Department (ED). Methods: This research employed a case study approach based on nursing care provided to patient Mrs. S, a 70-year-old woman diagnosed with pulmonary tuberculosis at the ED of RSUD Labuang Baji Makassar. Nursing care encompassed assessment, identification of priority nursing diagnoses, intervention (blowing balloon technique for 15–20 minutes, followed by patient stabilization for 1 hour using oxygen therapy, resulting in an SpO2 increase to 96%), implementation, and evaluation over an 8-hour period. Data were collected observationally before and after the intervention. Results: Following the nursing intervention focused on blowing balloon exercises, oxygen saturation improved from 90% to 100% with the assistance of a 4 L/min nasal cannula. Additionally, the patient demonstrated effective coughing, reduced sputum production, and improved respiratory rate and breathing comfort. However, sleep disturbances persisted due to nocturnal cough and dyspnea. Conclusion: The implementation of blowing balloon therapy can effectively increase oxygen saturation and improve respiratory function in patients with pulmonary tuberculosis.} }