@thesis{thesis, author={Assahra Sitti Fatimah}, title ={HUBUNGAN LAMA KERJA, BEBAN KERJA, SIKAP KERJA, DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEGAWAI BUILDING MANAGEMENT DI MENARA BOSOWA GROUP KOTA MAKASSAR}, year={2026}, url={http://repository.umi.ac.id/7802/}, abstract={Nyeri punggung merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang paling sering dialami oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri atau tidak nyaman yang muncul di bagian punggung, baik punggung atas (torakal) maupun bawah (lumbal). Dalam praktik medis, nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu alasan utama seseorang mencari layanan kesehatan, karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, bahkan berpotensi menyebabkan ketidakmampuan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan di Gedung Menara Bosowa, Kota Makassar, selama bulan Mei hingga Juni 2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei analitik observasional dan desain potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai building management yang berjumlah 68 orang, sekaligus dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan alpha sebesar 0,05. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pegawai (p=0,000). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,058). Selain itu, sikap kerja juga terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pegawai building management di Menara Bosowa Group Makassar. Sebaliknya, faktor lama kerja dan sikap kerja memiliki keterkaitan yang signifikan. Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan perhatian lebih terhadap aspek ergonomi kerja, terutama bagi pegawai dengan masa kerja panjang dan beban kerja tinggi. Pelatihan atau penyuluhan mengenai postur kerja yang tepat serta pentingnya melakukan peregangan otot secara rutin dapat membantu mengurangi risiko nyeri punggung bawah.} }