@thesis{thesis, author={Herman Novlinda Nurrahma}, title ={ANALISIS PERUNDUNGAN BERDASARKAN STATUS GENDER DAN ORIENTASI SEKSUAL DI KALANGAN REMAJA: IMPLIKASI BAGI KESEHATAN MENTAL DI SMP NEGERI 4 MAKASSAR}, year={2026}, url={http://repository.umi.ac.id/7812/}, abstract={Perundungan atau bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang-ulang terhadap seseorang yang lebih lemah atau rentan oleh orang yang lebih kuat atau berkuasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam perilaku perundungan berdasarkan status gender dan orientasi seksual di kalangan remaja dengan implikasi bagi kesehatan mental di SMP Negeri 4 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik utama dalam mengumpulkan data yaitu observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan sosial, pergaulan teman, serta karakteristik fisik atau kekurangan individu dapat mempengaruhi terjadinya perundungan. Perempuan cenderung menjadi sasaran cyber bullying dan melakukan perundungan verbal dengan mengejek. Sementara itu, laki-laki lebih sering terlibat dalam perundungan fisik dan cenderung menggunakan kekerasan fisik seperti memukul atau menendang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perundungan di SMP Negeri 4 Makassar relatif ringan tidak sampai berdampak pada kesehatan mentalnya. Kesimpulan hasil ini menunjukkan perundungan di kalangan remaja memiliki bentuk dan dinamika yang berbeda-beda tergantung pada jenis kelamin dan dari penelitian ditemukan bahwa laki-laki yang lebih dominan dalam perilaku perundungan. Namun baik perempuan maupun laki-laki dapat menjadi pelaku maupun korban perundungan. Terdapat juga beberapa faktor yang menjadi penyebab adanya perilaku perundungan Faktor-faktor seperti latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan sosial, pergaulan teman, dan adanya rasa iri atau cemburu terhadap pencapaian sesorang yang dapat mempengaruhi terjadinya perundungan. Selain itu, orientasi seksual juga memerlukan perhatian serius karena xiv kurangnya pengetahuan siswa mengenai orientasi seksual. Hasil penelitian di SMP Negeri 4 Makassar menunjukkan bahwa dampak perundungan relatif ringan dan tidak berdampak pada kesehatan mentalnya. Diharapkan sekolah terus meningkatkan edukasi dan kesadaran siswa mengenai perilaku perundungan agar tidak ada lagi perundungan yang terjadi dan menambahkan edukasi terkait orientasi seksual agar siswa memahaminya serta lebih memperhatikan lagi mengenai kesehatan mental siswanya seperti menyediakan layanan konseling yang memadai, mengembangkan program kesehatan mental yang inklusif, meningkatkan kesadaran guru dan staf tentang isu kesehatan mental, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung bagi semua siswa.} }