@thesis{thesis, author={HIJIRYAH NURUL}, title ={PENERAPAN KOMPRES DINGIN DALAM MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN CLOSE FRAKTUR FEMUR DI RUANG RSUP Dr. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR}, year={2026}, url={http://repository.umi.ac.id/7857/}, abstract={Fraktur adalah masalah kesehatan yang sering menimbulkan nyeri hebat, keterbatasan aktivitas, dan risiko komplikasi. Penanganan nyeri biasanya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan efek samping. Sebagai alternatif, terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin efektif meredakan nyeri dengan mekanisme vasokonstriksi, yang mengurangi aliran darah, peradangan, dan edema di area cedera Tujuan : Mengetahui penerapan kompres dingin dalam manajemen nyeri serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan intensitas nyeri pasien. Di Ruangan IGD RSUP Dr Tadjuddin Chalid Makassar Metode : yang digunakan mencakup pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil : pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri akut dengan skala nyeri 6–7/10. Setelah dilakukan kompres dingin dengan durasi 15–20 menit setiap 8 jam, terjadi penurunan intensitas nyeri menjadi skala 2–3/10. Evaluasi menunjukkan pasien lebih rileks, tampak kooperatif, dan melaporkan penurunan rasa nyeri secara signifikan. Kesimpulan : dari studi kasus ini adalah penerapan kompres dingin terbukti efektif sebagai tindakan nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien fraktur femur. Intervensi ini dapat dijadikan pilihan tambahan dalam asuhan keperawatan guna meningkatkan kenyamanan, mengurangi ketergantungan obat, serta mendukung proses penyembuhan pasien secara holistic. Fractures are a health problem that often causes severe pain, activity limitations, and the risk of complications. Pain management typically involves pharmacological therapy, but long-term use can lead to dependency and side effects. Alternatively, non-pharmacological therapies such as cold compresses effectively relieve pain through vasoconstriction, which reduces blood flow, inflammation, and edema in the injured area. Objective: To determine the application of cold compresses in pain management and evaluate their effectiveness in reducing pain intensity in patients in the Emergency Room of Dr. Tadjuddin Chalid General Hospital, Methods: The assessment included assessment, establishing a nursing diagnosis, intervention planning, implementation, and evaluation. Results: The assessment revealed the patient was experiencing acute pain with a pain scale of 6–7/10. After applying cold compresses for 15–20 minutes every 8 hours, the pain intensity decreased to 2–3/10. The evaluation showed the patient was more relaxed, appeared cooperative, and reported a significant reduction the experiencing throught in pain. Conclusion: This case study demonstrates that cold compresses have been shown to be effective as a non-pharmacological measure in reducing pain intensity in patients with femoral fractures. This intervention can be used as an additional nursing care option to increase comfort, reduce medication dependence, and support the patient's holistic healing process} }