@thesis{thesis, author={FEBRIANTY J. DEVI}, title ={PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN MASSA RESIDIF TUMOR COLON DENGAN LAPARATOMI REMOVAL DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI MAKASSAR}, year={2026}, url={http://repository.umi.ac.id/7858/}, abstract={Kanker kolon merupakan salah satu kanker gastrointestinal dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, baik di dunia maupun di Indonesia. Meskipun perkembangan terapi bedah dan adjuvan terus meningkat, residif tumor kolon tetap menjadi masalah klinis yang sering memerlukan tindakan pembedahan ulang. Pasien pasca operasi umumnya mengalami nyeri insisional, kecemasan, dan gangguan tidur yang dapat menghambat pemulihan. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi nonfarmakologis sederhana untuk mendukung pengendalian nyeri, salah satunya adalah terapi relaksasi genggam jari. Tujuan: Untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan perioperatif dengan intervensi terapi genggam jari pada pasien dengan massa residif tumor kolon yang menjalani laparotomi removal. Metode: metode yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. S, perempuan 54 tahun, yang dirawat di Instalasi Bedah Sentral RSUD Labuang Baji Makassar. Asuhan keperawatan diberikan secara komprehensif mencakup fase preoperatif, intraoperatif, dan postoperatif. Fokus intervensi adalah pada diagnosis keperawatan nyeri akut, risiko perdarahan, dan risiko infeksi. Terapi genggam jari diberikan dengan cara menggenggam setiap jari tangan selama 3–5 menit disertai pernapasan terkontrol, dikombinasikan dengan edukasi dan pemantauan kondisi pasien. Hasil: Pasien menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 6 (VAS), pasien tampak lebih rileks, gelisah berkurang, serta kemampuan koping meningkat. Selama perawatan, tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan maupun infeksi. Hal ini menegaskan bahwa intervensi sederhana ini efektif mendukung kenyamanan pasien. Kesimpulan: Penerapan terapi relaksasi genggam jari terbukti efektif, aman, dan mudah dilakukan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien pasca operasi. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan perioperatif sebagai upaya mendukung pemulihan pasien. Colon cancer is one of the gastrointestinal cancers with high morbidity and mortality rates, both globally and in Indonesia. Despite advances in surgical and adjuvant therapies, recurrent colon tumors remain a clinical challenge that often requires repeated surgical procedures. Postoperative patients commonly experience incisional pain, anxiety, and sleep disturbances, which may hinder recovery. Therefore, simple non-pharmacological interventions are needed to support pain management, one of which is finger-hold relaxation therapy. Objective: To describe the implementation of perioperative nursing care with finger-hold relaxation therapy in a patient with recurrent colon tumor mass undergoing laparotomy removal. Method: This study used a case study approach on Mrs. S, a 54-year-old female patient treated at the Central Surgical Installation of Labuang Baji Regional General Hospital, Makassar. Comprehensive nursing care was provided during the preoperative, intraoperative, and postoperative phases. The focus of the intervention was on nursing diagnoses of acute pain, risk of bleeding, and risk of infection. Finger-hold relaxation therapy was performed by gently holding each finger for 3–5 minutes combined with controlled breathing, along with patient education and continuous monitoring. Results: The patient showed a decrease in pain intensity from 7 to 6 on the Visual Analogue Scale (VAS), appeared more relaxed, less anxious, and demonstrated improved coping ability. During the course of care, no signs of bleeding or infection were observed, confirming the effectiveness of this simple intervention in supporting patient comfort. Conclusion: The application of finger-hold relaxation therapy proved to be effective, safe, and easy to implement as a non-pharmacological intervention to reduce pain and enhance comfort in postoperative patients. This intervention is recommended for use in perioperative nursing practice as an effort to support patient recovery.} }