@thesis{thesis, author={ARNI ARNI}, title ={i PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN STROKE DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMPANG KOTA MAKASSAR}, year={2026}, url={http://repository.umi.ac.id/7883/}, abstract={Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia karena tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan kecacatan, tetapi juga menurunkan kualitas hidup pasien. Gangguan mobilitas fisik menjadi salah satu dampak yang sering muncul pada pasien pasca stroke akibat kelemahan otot dan keterbatasan rentang gerak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengurangi dampak tersebut adalah latihan Range of Motion (ROM) yang terbukti mampu mempertahankan fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, dan mencegah komplikasi imobilisasi. Tujuan : Untuk mengetahui penerapan ROM pada pasien stroke dengan gangguan mobilitas fisik di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar. Metode : Studi kasus melalui asuhan keperawatan yang mencakup tahapan pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari (3x24 jam) pada pasien Tn. B, laki-laki usia 66 tahun dengan riwayat stroke non-hemoragik sejak 3 tahun lalu yang mengalami kelemahan pada ekstremitas kanan. Hasil asuhan keperawatan : Menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan ROM, pasien mengalami perbaikan mobilitas ditandai dengan berkurangnya kekakuan otot, peningkatan kekuatan ekstremitas, serta peningkatan rentang gerak. Evaluasi harian memperlihatkan bahwa masalah gangguan mobilitas fisik mulai teratasi sebagian, dengan keterlibatan keluarga berperan penting dalam membantu pelaksanaan latihan di rumah. Kesimpulan : Penerapan ROM efektif dalam meningkatkan mobilitas pasien stroke, mencegah komplikasi akibat imobilisasi, serta mendukung kemandirian pasien. Latihan ROM merupakan intervensi sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah. Stroke is one of the major health problems in Indonesia because it not only increases morbidity and disability rates but also reduces patients' quality of life. Physical mobility impairment is one of the common effects on post-stroke patients due to muscle weakness and limited range of motion. One nursing intervention that can be provided to reduce this impact is Range of Motion (ROM) exercises, which have been proven to maintain joint flexibility, increase muscle strength, and prevent complications from immobilization. Objective: To determine the application of ROM in stroke patients with physical mobility disorders in the working area of the Pampang Community Health Center in Makassar City. Method: A case study through nursing care covering the stages of assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The intervention was carried out for three days (3x24 hours) on patient Mr. B, a 66-year-old man with a history of non-hemorrhagic stroke since 3 years ago who experienced weakness in his right extremities. Nursing care results: After ROM exercises, the patient experienced improved mobility, marked by reduced muscle stiffness, increased limb strength, and increased range of motion. Daily evaluations showed that the problem of physical mobility impairment was partially resolved, with family involvement playing an important role in assisting with the exercises at home. Conclusion: The application of ROM is effective in improving the mobility of stroke patients, preventing complications due to immobilization, and supporting patient independence. ROM exercises are a simple, inexpensive intervention that can be performed independently by patients and their families, so they are recommended for routine implementation in both healthcare facilities and at home.} }