@thesis{thesis, author={lamo Anisa}, title ={HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KELELAHAN KERJA PADA DOKTER MUDA (CO-ASSISTANT) DI RUMAH SAKIT IBNU SINA YW-UMI KOTA MAKASSAR}, year={2026}, url={http://repository.umi.ac.id/7899/}, abstract={Pendidikan dokter mencakup 2 tahapan, yakni tahapan sarjana kedokteran serta tahapan profesi dokter (co-assistant/koas). Tahap koas merupakan masa transisi penting yang penuh tekanan akibat tuntutan akademik, praktik klinis, dan beban kerja yang tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko stres, gangguan tidur, dan kelelahan kerja pada dokter muda. Kelelahan kerja yang tidak dikelola secara baik yang bisa berdampak negatif pada kondisi fisik serta menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain menurunkan daya tahan tubuh dan konsentrasi, kelelahan kerja juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan medis.tujuan penelitian ini ialah guna memahami hubungan diantara tingkat stres dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada dokter muda (co-assistant) di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Kota Makassar tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik observasional dan rancangan potong lintang (cross-sectional). Populasi terdiri atas seluruh dokter muda yang aktif selama dua bulan terakhir sebanyak 160 orang, dengan sampel sebanyak 114 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menerapkan kuisioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) untuk tingkat stres, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, serta Industrial Fatigue Research Committe (IFRC) untuk kelelahan kerja. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kelelahan kerja (p = 0,000) dan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p = 0,003) pada dokter muda di Rumah Sakit tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa tingkat stres dan kualitas tidur berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada dokter muda di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Kota Makassar . Faktor akademik, beban kerja klinis dan tekanan selama masa koas turut memengaruhi kondisi tersebut. Disararankan dokter muda aktif mengelola stres dengan teknik relaksasi dan menjaga kesehatan mental melalui dukungan sosial, serta menjaga kualitas tidur dengan pola tidur sehat dan istirahat cukup meskipun padatnya aktivitas klinik.} }