@thesis{thesis, author={Nur Lilla Amalia}, title ={EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMs (DRPs) PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) PARU DI PUSKESMAS BABAT KABUPATEN LAMONGAN}, year={2022}, url={http://repository.umla.ac.id/1893/}, abstract={ABSTRAK Nur Lilla Amalia. 2021. Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Babat Lamongan. Karya Tulis Ilmiah Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Lamongan. Pembimbing (1) apt. Primanitha Ria Utami, M.Farm (2) Hj. Andri Tri. K. S.Si., T., M.Kes. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Pengobatan TB memerlukan beberapa jenis obat untuk terapinya sehingga memperbesar terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien TB paru yang meliputi indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, obat tidak tepat, dosis kurang, dosis berlebih, reaksi obat merugikan dan interaksi obat. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan sampel 46 pasien yaitu pasien dengan diagnosa TB paru usia 15-69 tahun di Puskesmas Babat bulan Agustus-September 2020, dengan metode purposive sampling. Data yang dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 jenis kategori DRPs, ditemukan 2 jenis DRPs dengan jumlah 270 kasus. Jenis DRPs yang terjadi yaitu reaksi obat yang merugikan yang berjumlah 188 kasus (69,89%), dan interaksi obat yang berjumlah 81 kasus (30,11%). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa obat antituberkulosis dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang cukup serius dan jenis kajadian DRPs yang sering terjadi memerlukan perhatian farmasis untuk dapat meminimalkan dan mencegah peluang terjadinya DRPs. Pada penelitian selanjutnya dapat diteliti terkait perbandingan efektifitas terapi OAT pada outcome klinik pasien TB paru di beberapa fasilitas kefarmasian. Kata kunci : Drug Related Problems, Interaksi obat, Reaksi Obat Merugikan, Tuberkulosis.} }