@thesis{thesis, author={THESYA EKA SAVITRI NURDIN}, title ={GAMBARAN INKOMPATIBILITAS SEDIAAN INTRAVENA PADA PASIEN ICU DI RSUD PROVINSI NTB}, year={2024}, url={http://repository.ummat.ac.id/10339/}, abstract={Sediaan intravena merupakan salah satu cara pemberian obat yang dilakukan dengan menyuntikkan obat melalui selang infus pada pasien ke pembuluh darah pasien dengan tujuan agar obat bekerja lebih cepat. Pencampuran sediaan intravena memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah kemungkinan terjadinya inkompatibilitas obat. Inkompatibilitas adalah suatu reaksi yang tidak diinginkan yang dapat mengubah stabilitas kimia, fisika maupun terapeutik dari suatu sediaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran inkompatibilitas sediaan intravena pada pasien ICU di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan pendekatan cross sectional dan metode penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pada penelitian ini, data pencampuran obat intravena dan cairan infus dibandingkan dengan menggunakan Injectable Drug Guide dan Handbook on Injectable Drugs edisi 17 (2013). Adapun karakteristik pasien berdasarkan diagnosa diantaranya pasca bedah mayor sebesar 58%, gagal napas dari berbagai kausa sebesar 34%, gangguan kardiovaskular sebesar 2% serta septisemia dan septik syok sebesar 6%. Hal ini menunjukkan kelompok diagnosa terbanyak pasien yang dirawat di ICU RSUD Provinsi NTB pada penelitian ini ialah pasca bedah mayor sebesar 58%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 810 pencampuran antara obat intravena dengan cairan infus dari total 50 pasien. Gambaran inkompatibilitas sediaan intravena yang diberikan secara bersamaan diklasifikasikan sebagai kompatibel (K) sebesar 27,65%, inkompatibel (I) sebesar 3,95%, not clear (NC) sebesar 16,91%, not information (NI) sebesar 51,48% dan not recommended (NR) sebesar 0,00%.} }