@thesis{thesis, author={INGGIT GARNASIH}, title ={COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) Studi Kasus : Desa ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur}, year={2025}, url={http://repository.ummat.ac.id/11211/}, abstract={Collaborative Governance sebagai serangkaian pengaturan dimana satu atau lembaga publik melibatkan secara langsung stakeholder non-state di dalam deliberative yang bertujuan untuk membuat atau mengimplementasikan kebijakan publik atau mengatur program atau aset. Dengan adanya kolaborasi antara lini pemerintah, swasta hingga masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah tentu dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memaksimalkan kebijakan untuk kepentingan bersama demi masa depan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses kolaborasi terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh aktor governance sekaligus menganalisis faktor penghambat dan faktor keberhasilan dalam menjalankan collaborative governance di TPA Ijobalit. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didapatkan dari teknik pengumpulan data yaitu mulai dari proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan infroman menggunakan teknik purposive sampling. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu: 1) Pihak pengelola TPA Ijobalit, 2) Pihak Pemerintah (DLHK Kab. Lombok Timur), 3) Pihak Swasta (PT Chaeron Pokphand Jaya Farm), 4) Masyarakat sekitar TPA Ijobalit. Dari hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan kolaborasi yang dilakukan dalam pengelolaan sampah di TPA Ijobalit yang terjalin antara ketiga aktor tersebut yaitu pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur, PT Chareon Pokphand Jaya Farm dan juga masyarakat sejauh ini sudah berjalan dengan cukup baik dan berkelanjutan, hal ini dapat dilihat dari pembagian peran yang dilakukan sudah dilaksanakan sesuai tugas dan kewajibannya dan dilihat juga dari berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan. Dan ada dua kendala yang ada didalam proses kolaborasi tersebut yaitu yang pertama adalah kurangnya kesadaran masyarakat sekitar TPA Ijobalit dalam memilah sampah sebelum di buang ke TPA Ijobalit dan yang kedua adalah kurangnya inovasi yang dilakukan dalam proses pengelolaan sampah di TPA Ijobalit.} }