@thesis{thesis, author={HARSINA HARSINA}, title ={ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN KARYAWAN BIRO PEREKONOMIAN SEKRETARIAT DAERAH PADA KANTOR GUBERNUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT}, year={2020}, url={http://repository.ummat.ac.id/1298/}, abstract={Kepemimpinan mempunyai fungsi sebagai penggerak dan koordinator dari sumber daya manusia, sumber daya alam, semua dana, dan sarana yang disiapkan oleh sekumpulan manusia yang melakukan kerja sama guna bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan dalam meningkatkan kedisiplinan karyawan sekretariat daerahdan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan karyawan terbentuk sikap Kedisiplinan Karyawan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pada Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan datayaitu observasi, wawamcara dan dokumentasi, sedangkan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif mengikuti konsep yang diberikan oleh Miles dan Hubermenyaitu reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan Sekretariat Daerah Pada Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Bara yaitu gaya kepemimpinandemokratis,sesuaiyang didasariatassituasidankondisiyangada dikantortersebut.Dengangayatersebutlahupayapembinaankedisiplinan pegawaidapatterlaksanabaikpembinaanyangdilakukansecaralangsung maupun pembinaan melaluiberbagaimacamkegiatan-kegiatan pelatihan, adapun bentukpembinaan sepertidisiplinwaktu,kerja dantanggungjawabserta taatkepadaperaturantujuannyaadalahuntukmendapatkanpegawaiyangbaik dan berkualitas dalam melayani masyarakat dan dapat meningkatan kinerja para pegawai.Faktor-faktor yang menyebabkan karyawan terbentuk sikap kedisiplinan yaitugaji dankompensasiyang pemberian gaji atau upah sudah semestinya setiapbulannya, ada sanksi nyata yang harus ditegakkan dengan adanya sangsi yang nyata, karyawan akan berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran, dan peran atasan membuat bawahannya merasa segan sehingga mereka pun akan mengikuti sifat disiplin pemimpin.} }