@thesis{thesis, author={Sriharyanti Armadani}, title ={EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN KARYA IHSAN ABDUL QUDDUS}, year={2019}, url={http://repository.ummat.ac.id/137/}, abstract={Objek Material penelitian ini adalah novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Objek formal penelitian ini adalah eksistensi perempuan. Novelini bercerita tentang ambisi seorang perempuan dalam mempertahankan eksistensinya yang menentang kebiasaan atau tradisi dilingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, novel ini menyajikan bentuk eksistensialisme yaitu keinginan sang tokoh perempuan yang ingin berkarier seluas ? luasnya. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang eksistensi perempuan dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddsus. Permasalahan tersebut dikaji menggunakan teori EksistensialismeJean-Paul Sartre yang melihat perempuan sebagai manusia yang bebas.Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu data yang menunjukkan kualitas atau mutu dari objek yang ada, berupa keadaan, proses, kejadian atau peristiwa dan lain lain yang dinyatakan dalam bentuk kata ? kata atau kalimat. Data dalam penelitian ini berupa teks dalam novel yang menunjukkan kepada eksistensi perempuan.Hasil penelitian ini menemukan bentuk eksistensi perempuan dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan Karya Ihsan Abdul Quddus adalah bagaimana perempuan menunjukan eksistensi.Dalam menunjukkan eksistensinya sebagai perempuan ada ada tiga aspek yaitu aspek politik, sosial dan pendidikan. Aspek politik, tokoh Suad ingin mengumpulkan berbagai deretan prestasinya dan mengumpulkan berbagai relasi sebanyak mungkin untuk mewujudkan ambisinya sebagai wanita karier yang sukses dalam memimpin. Aspek Sosial, Ambisinya yang begitu kuat dalam mempertahankan karier, sehingga menjadikan dirinya lupa bahwa ia adalah perempuan yang membutuhkan seorang lelaki dalam hidupnya. Aspek pendidikan, perempuan tidak bisa dipenjarakan dalam jeruji pernikahan dan dibatasi perannya hanya menjadi seorang ibu rumah tangga biasa, melainkan dia adalah perempuan yang dapat bereksistensi menjadi dirinya sendiri. Setiap karya sastra pada dasarnya memberikan inspirasi bagi perempuan untuk dapat mengembangkan dirinya agar tidak lagi menjadi objek tetapi perempuan bisa menjadi subjek bagi dirinya. Kata kunci : eksistensi, perempuan, novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan.} }