@thesis{thesis, author={DAYYAN SYIROTAL MUSTAKIM}, title ={ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN DAYA SERAP CO2 DAN KEBUTUHAN AIR DI KOTA BIMA PADA TAHUN 2020}, year={2020}, url={http://repository.ummat.ac.id/1504/}, abstract={Tingginya aktivitas suatu kota atau wilayah menyebabkan meningkatnya arus transportasi sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan ini diakibatkan karena polusi gas karbondioksida (CO2) yang sebagian besar dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Karbon dioksida atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon.Karbon dioksida (CO2) adalah gas cair tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar dan sedikit asam.CO2 lebih berat dari pada udara dan larut dalam air. Adapun parameter yang digunakan dalam melakukan analisis kebutuhan CO2 dengan menggunakan parameter penduduk dan kendaraan bermotor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menekan pada fenomena-fenomena objektif yang akan dikaji secara kuantitatif.Adapun penelitian ini dilakukan di Kota Bima. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan kesimpulan pada penelitian ini yaitu Kota Bima tahun pada tahun 2020 dengan luas Ruang Terbuka HijauKota Bima pada saat ini seluas 2.542,92 Ha, maka untuk memaksimalkan karbon dioksida Ruang Terbuka Hijaumembutuhkan 30,65 Ha. Sedangkan hasil analisis Ruang Terbuka Hijau berdasarkan kebutuhan air penduduk dan hewan ternak pada tahun 2020 dengan kebutuhan air penduduk sebanyak 3.439,78 Ha. dan kebutuh air hewan ternak 4,6 m3/tahun.} }