@thesis{thesis, author={Rostiana Rostiana}, title ={PENGGUNAAN DIKSI DALAM KAMPANYE POLITIK CAPRES DAN CAWAPRES RI TAHUN 2019}, year={2019}, url={http://repository.ummat.ac.id/151/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk diksi dalam kampanye politik capres dan cawapres RI tahun 2019. Penelitian ini difokuskan pada bentuk diksi yang ditemukan dalam kampanye politik capres dan cawapres RI tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah youtube berupa berita yang memuat konten kampanye politik capres dan cawapres RI tahun 2019 melalui tujuh channel yaitu CNN Indonesis, kompas tv, TvOne, inews, MetroTv, Netnews, dan berita satu yang memuat 15 berita. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode dokumentasi, transkripsi dan telaah isi. Metode analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukan tujuh bentuk diksi yang digunakan dalam kampanye politik capres dan cawapres RI tahun 2019 sebagai berikut. 1) makna denotasi seperti kata politik yang sontoloyo, politik kebohongan, buta atau budek, 2) makna konotasi seperti kata telah bocor, mentri pencetak utang, sedang diperkosa, akan punah, politik gundrowo, tampang boyolali, Negara kita sedang sakit, rampok, mewakafkan, penyakit stadium 4, 3) kata ilmiah seperti kata propaganda rusia, 4) kata slang seperti kata ojo loyo. 5) kata asing seperti kata I?m disgusted, games of thrones, 6) kata abstrak seperti kata bahagia dan tidak bodoh, dan 7) kata popular seperti kata mau saya tabok Kata kunci: penggunaan diksi, kampanye politik.} }