@thesis{thesis, author={ARIAN ARIANI}, title ={KAJIAN FEMINIS DALAM NOVEL DWILOGI PADANG BULAN DAN CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA}, year={2021}, url={http://repository.ummat.ac.id/1752/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kajian feminisme dalam novel dwilogi, dan 2) mendeskripsikan struktur novel dwilogi. Hasil penelitian ini ialah: 1) unsur intrinsik: (a) tema mayor: perjuangan seorang perempuan, minor: kekerasan pada perempuan, perjuangan seorang perempuan, diskriminasi terhadap perempuan, (b) tokoh utama: Ikal dan Enong, (c) alur: campuran; (d) latar: Belitong dengan sosial masyarakat patriarkat yang kolot; (e) sudut pandang: orang pertama dan ketiga. 2) kajian feminisme termanifestasikan dalam ketidakadilan gender terhadap Enong: (a) marginalisasi pada novel pertama: Enong tersisih karena dianggap tidak pantas menjadi pendulang timah, pada novel kedua ia dinilai tidak layak mejadi pemain catur melebihi laki-laki sehingga ia dikucilkan; (b) subordinasi terhadap Enong pada novel pertama adalah ketika ia diteriaki maling karena dirasa menyaingi pekerja laki-laki, pada novel kedua ketika kedudukannya dianggap tidak pantas untuk melawan laki-laki bermain catur dimana seharusnya laki-laki dihormati bukannya dilawan; (c) stereotipe pada novel pertama adalah ketika Enong dilabelkan sebagai perempuan yang lemah untuk bekerja di tambang timah, pada novel kedua ketika ia dianggap perempuan sesat karena telah berani melanggar syariat yaitu bertatapan dan melawan laki-laki dalam permainan catur; dan (d) kekerasan fisik terhadap Enong terjadi pada novel pertama ketika ia dikejar-kejar anjing, dilempari dan diteriaki maling oleh sesama pendulang timah, adapun kekerasan non fisik terjadi pada novel kedua ketika Enong dihadapkan pada kenyataan bahwa ia dituduh sebagai perebut suami orang, padahal sebenarnya ia tidak tahu bahwa Matarom telah beristri, ia telah ditipu.} }