@thesis{thesis, author={Emasiska Ajeng Pratiwi}, title ={ANALISIS BIAYA LANGSUNG MEDIS KOMBINASI RAMIPRIL DAN KOMBINASI CANDESARTAN PADA PASIEN RAWAT INAP GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2018}, year={2019}, url={http://repository.ummat.ac.id/233/}, abstract={Gagal jantung didefinisikan sebagai ketidakmampuan jantung memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Gagal jantung memiliki dampak ekonomi yang luar biasa, diperkirakan akan meningkat tiap tahun..Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB tahun 2018, gagal jantung masuk dalam daftar 10 penyakit terbesar dengan biaya yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk memilih efisiensi antara kombinasi ramipril dengan kombinasi candesartan menggunakan perspektif pembayar.Metode penelitian ini menggunakan metode Retrospektif sampel pada penelitian ini sebanyak 45 pasien. Komponen biaya langsung medis yang dihitung adalah biayaobat, obat lain, alat kesehatan, jasa dokter, jasa perawat, biaya laboratorium dan biaya akomodasi di RSUD Provinsi NTB tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan pada pasien gagal jantung di RSUD Provinsi NTB tahun 2018 didapatkan : (1). Rata-rata biaya total obat kombinasi ramipril sebesar Rp. 5,232,382 sedangkan rata-rata biaya kombinasi candesartan sebesar Rp.1,649,399. (2). Adanya biaya penghematan biaya rata-rata total pengobatan gagal jantung menggunakan candesartan yaitu Rp. 3,582,983.obat candesartan memberikan nilai terendah dan menjadi pilihan yang lebih efisien kombinasi ramipril pada pasien gagal jantung. Kata kunci : gagal jantung, ramipril,candesartan, biaya langsung medis, analisis biaya} }