@thesis{thesis, author={Nofiati Nofiati}, title ={PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU BENIH KEDELAI}, year={2021}, url={http://repository.ummat.ac.id/3887/}, abstract={Pengeringan adalah suatu metode untuk menurunkan kadar air benih yang bertujuan untuk mengurangi laju respirasi dan metabolisme benih, sehingga benih tersebut dapat mempertahankan mutunya dalam waktu yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu benih kedelai. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Parameter dalam penelitian meliputi kadar air, Rendemen hasil, jumlah biji dalam 100 gram, dan persentase daya kecambah. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman(Analysis of variance) pada taraf nyata 5 %. Bila terdapat perlakuan yang berpengaruh secara nyata maka diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukan suhu pengeringan berpengaruh terhadap mutu benih kedelai, seperti persentase kadar air benih kedelai tertinggi diperoleh perlakuan P1 yaitu suhu 30 oC sebesar 14,4% dan terendah diperoleh perlakuan P4 yaitu suhu 60 oC sebesar 9,6%, persentase rendemen benih kedelai tertinggi diperoleh perlakuan P1 yaitu suhu 30 oC sebesar 95,4% dan terendah diperoleh perlakuan P4 yaitu suhu 60 oC sebesar 90%, jumlah biji dalam 100 gram benih kedelai tertinggi diperoleh perlakuan P4 yaitu suhu 60 oC sebesar 2,5 gram dan terendah diperoleh perlakuan P1 yaitu suhu 30 oC sebesar 1,7 gram. Suhu pengeringan berpengaruh terhadap daya kecambah benih kedelai dan diperoleh persentase tertinggi pada perlakuan P4 yaitu suhu 60 oC sebesar 95,6 % dan terendah diperoleh perlakuan P1 yaitu suhu 30 oC sebesar 74,4%.} }