@thesis{thesis, author={AMRUN MAHARANI}, title ={KOLABORASI PEMERINTAH DESA DAN KABUPATEN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA MUJAHIDDIN KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT}, year={2022}, url={http://repository.ummat.ac.id/5284/}, abstract={Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah penyediaan ruang dalam meningkatkan kualitas masyarakat dengan meningkatkan kepedulian masyarakat, program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ini terdiri dari 5 pilar yaitu menghentikan buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga yang tepat, pengelolaan limbah cair, pengelolaan sampah rumah tangga yang tepat. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji kolaborasi/implementasi keberlangsungan program Snitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat akan sanitasi melalui metode pemicuan di Desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat serta Apakah faktor yang mempengaruhi kolaborasi keberlangsungan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam meningkatkan kepedulian masyarakat di Desa Mujahiddin Kecamtan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif .dan Tekmik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa:1) Kolaborasi Pemerintahan Desa dan Kabupaten Dalam Pelaksanaan Program Sanitasi Total Berbasis Masayrakat (STBM) khususnya di Desa Mujahiddin telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesadaran masyarakat, walaupun tidak dalam sekala besar. Dan dalam beberapa aspek program STBM dinilai masih kurang efektif seperti dalam menentukan ketetapan sasaran program dan sosialisai program. 2) Faktor mempengaruhi Kolaborasi Pemerintahan Desa dan Kabupaten Dalam Pelaksanaan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Mujahiddin adalah adanya variabel Peran Pendamping, Partisipasi Masyarakat, dan Kemampuan Kelompok Sasaran. Namun dalam pelaksanaannya belum berjalan optimal dikarenakan rendahnya kemampuan/kualitas agen pemberdayaan Desa Mujahiddin, serta rendahnya pemahaman masyarakat (kelompok sasaran) terhadap pengawasan program STBM.} }