@thesis{thesis, author={Suci Nurbaeti Al-Khair}, title ={TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN TERAPEUTIK ANTARA PASIEN DAN RUMAH SAKIT (STUDI DI RSUD DOMPU)}, year={2022}, url={http://repository.ummat.ac.id/6137/}, abstract={Dalam perjanjian ini, pasien telah sepakat diberi pelayanan medis untuk menanggulangi penderitaan dan dokter juga sepakat untuk memberi pelayanan medis berupa pemeriksaan, pengobatan dan pertolongan medis lain, dengan kemampuan yang sebaik-baiknnya. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui perjanjian terapeutik antara pasien dan rumah sakit di RSUD Dompu Kabupaten Dompu dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul apabila Dokter melakukan wanprestasi dalam perjanjian Terapeutik di RSUD Dompu Kabupaten Dompu. Jenis penelitian adalah hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan sosiologis, sedangkan teknik pengumpulan dengan studi kepustakaan, dan wawancara (intervew). Analisis data yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Perjanjian terapeutik antara pasien dan rumah sakit di RSUD Dompu Kabupaten Dompu, bahwa Perjanjian terapeutik melibatkan setidaknya dua pihak, yaitu dokter sebagai penyedia jasa dan juga pasien sebagai pengguna jasa, perjanjian yang sah jika dengan pemenuhan hak dan kewajiban masing masing pihak, dokter maupun pasien mulai dari tahap pendaftaran pasien, tahap periksaan, sampai pada tahap pemberian informed consent, pemenuhan hak dan kewajiban tersebut mendorong adanya keselamatan bagi pasien dalam perjanjian terapeutik. (2) Akibat hukum yang timbul apabiala dokter wanprestasi dalam perjanjian terapeutik. Dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti di Rumah Sakit Umiirn Daerah Kabupataen Dompu sejauh ini belumpernah terjadi dokter yang melakukan wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian terapeutik. Pemasalahan yang di temukan hanya sebatas permasalahan yang bersifat teknis yang mencangkup permasalahan komunikasi antara dokter dan pasien dan bukan mengenai permasalahan medis yang dapat menimbulkan suatu sengketa medis.} }