@thesis{thesis, author={FARIZA ADILA}, title ={ANALISIS LAWAS DALAM TRADISI ETNIS MASYARAKAT SUMBAWA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBELAJARAN PUISI DI SMPN 1 SETELUK TAHUN PELAJARAN 2018/2019}, year={2020}, url={http://repository.ummat.ac.id/764/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna lawas serta hubungannya dengan pembelajaran puisi di SMPN 1 Seteluk.Penelitian ini merupakan jenis penelitiaan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, rekam, dokumentasi, dan terjemahan data.Pada metode analisis data digunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa lawas yang digunakan dalam pagelaran karapan kerbau merupakan puisi khas Sumbawa yang memiliki bentuk terdiri dari tiga baris dalam satu bait, tiap baris terdiri dari delapan sampai duabelas suku kata, memiliki rima awal, tengah, dan akhir. Terdapat beberapa gaya bahasa yaitu gaya bahasa asonansi dan gaya bahasa literasi. Lawas karapan kerbau memiliki empat fungsi yaitu: (1) penyalur kolektif masyarakat; (2) sebagai hiburan; (3) sebagai sarana edukasi, dan (4) sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. Adapun makna dari lawas karapan kerbau mengatakan bahwa kita harus saling menghargai satu sama lain, serta makna ingin menyampaikan atau memberitahuakan sesuatu tentang apa yang dirasakan. Hubungan lawas dengan pembelajaran puisi di SMPN 1 Seteluk yaitu pada materi pembelajaran puisi rakyat.Lawas memiliki struktur yang sama dengan puisi rakyat pada umumnya selain itu terdapat nilai hiburan dan edukasi. Kata kunci:Lawas, Bentuk, Fungsi, Makna, Pembelajaran Puisi.} }