@thesis{thesis, author={LESTARI LESTARI}, title ={PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KOPASANDA (Chromolaena odorata L.) DI KABUPATEN SUMBAWA BESAR SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis}, year={2023}, url={http://repository.ummat.ac.id/7984/}, abstract={Tanaman kopasanda (chromolaena odorata L.) mempunyai khasiat menyembuhkan berbagai penyakit dari daun hingga akarnya, di Indonesia tumbuhan kopasanda digunakan sebagai obat luka, demam, batuk dan dapat menghentikan pendarahan (Nurhajanah, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kopasanda berdasarkan ketinggian lokasi tempat tumbuh yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan objek penelitian kadar flavonoid total dari ekstrak etanol daun kopasanda yang diambil dari tiga range ketinggian tempat tumbuh yang berbeda, yaitu rendah (61 mdpl; Desa Labangka), sedang (519 mdpl; bendungan tiu kulit, Desa Maronge), dan tinggi (1016 mdpl; Desa Ropang), dilakukan pada April hingga Mei 2023. Hasil uji kualitatif menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid dengan perubahan warna hijau menjadi warna jingga. Hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kopasanda dataran rendah sebesar 837,8 ± 1.98 mgQE/g ekstrak, lebih tinggi dibandingkan kadar flavonoid total dataran tinggi sebesar 480 ± 2.44 mgQE/g ekstrak, diikuti kadar flavonoid total dataran sedang sebesar 261 ± 2.33 mgQE/g ekstrak. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid total dari dataran tinggi dengan dataran sedang dan dataran rendah serta sebaliknya dengan p = 0,001 (p<0,05).} }