@thesis{thesis, author={ABDUL MUHID}, title ={ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI AKIBAT PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN (STUDI KASUS DAERAH IRIGASI D.I. SUKAMULIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR)}, year={2023}, url={http://repository.ummat.ac.id/8050/}, abstract={Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Tujuan irigasi adalah untuk memanfaatkan air irigasi yang tersedia secara benar yakni seefisien dan seefektif mungkin agar produktivitas pertanian dapat meningkat sesuai yang diharapkan. Dalam memenuhi kebutuhan air khususnya untuk kebutuhan air di persawahan maka perlu didirikan sistem irigasi. Kebutuhan air di persawahan ini kemudian disebut dengan kebutuhan air irigasi. Ketersediaan air dapat dilihat dari jumlah air yang terdapat di daerah irigasi suatu wilayah. Kabupaten Lombok Utara memiliki bendung Sukamulia yang bertujuan untuk pengembangan daerah irigasi yang potensial melalui jaringan D.I Sukamulia yang mengaliri 2 desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kebutuhan air irigasi akibat perubahan tata guna lahan dan yang kedua adalah untuk menganalisa keseimbangan air antara kebutuhan dan ketersediaan. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menghitung ketersediaaan kemudian dikurangi dengan kebutuhan air yang menghasilkan grafik neraca air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa water balanced antara kebutuhan dan ketersediaan rata rata dalam kondisi surplus setiap bulannya, hal ini mengakibatkan kebutuhan air untuk irigasi dapat di penuhi. Sesuai dengan hasil analisis dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Kebutuhan air irigasi akibat perubahan tata guna lahan mulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2022 mengalami penurunan yang diakibatkan oleh areal persawahan semakin berkurang yang sebelumnya 221,24 Ha pada tahun 2012 dengan total debit intake 227,707 lt/dt, 218,16 Ha pada tahun 2017 dengan total debit intake 214,468 lt/dt, dan 213,04 Ha pada tahun 2022 dengan total debit intake 194,030 lt/dt sehingga kebutuhan air untuk irigasi juga semakin berkurang.} }