@thesis{thesis, author={FEBBY ANDRIANI}, title ={KAJIAN TERAPI ASMA DAN TINGKAT KONTROL ASMA BERDASARKAN ASTHMA CONTROL TEST (ACT) DI RSUD PROVINSI NTB}, year={2023}, url={http://repository.ummat.ac.id/8145/}, abstract={Asma adalah suatu penyakit heterogen, yang biasanya ditandai dengan adanya peradangan pada saluran napas kronis. Hal ini ditentukan oleh riwayat gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, dada sesak dan batuk yang sangat lama dan intensitas yang dalam, bersama dengan kondisi keterbatasan aliran udara ekspirasi yang bervariasi. Penyakit asma tidak dapat disembuhkan hanya bisa dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui terapi asma yang paling sering digunakan, serta mengetahui tingkat kontrol asma pada pasien asma di RSUD Provinsi NTB berdasarkan Asthma Control Test (ACT). Jenis penelitian yang dilakukan yaitu observasional deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini ialah pasien dengan usia >18 tahun dan diagnosa utama asma sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik berupa jenis kelamin perempuan (56,3%), usia 45-59 tahun (43,75%), pendidikan SMP (31,1%), pekerjaan ibu rumah tangga (31,1%), faktor resiko yang mempengaruhi asma berupa alergi (65,6%). Penggunaan terapi kontroler yang paling banyak digunakan oleh pasien asma adalah Symbicort yang berisi (Budesonide dan Formeterol fulmarate dihydrate) + racikan kapsul batuk (Terbutalin, teobron, codein, methylprednisolone) yaitu sebanyak (28,13%). Tingkat kontrol asma pada pasien asma berdasarkan Asthma Control Test (ACT) memiliki proporsi tertinggi yaitu pasien dengan asma tidak terkontrol sebanyak (59,4%).} }