@thesis{thesis, author={MAULANA IKBAL}, title ={ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT. KARYA KEMBAR BERSAMA SITE KIDECO JAYA AGUNG KALIMANTAN TIMUR}, year={2024}, url={http://repository.ummat.ac.id/8706/}, abstract={PT. Karya Kembar Bersama melaksanakan kegiatan penambangan di Batu Kajang, Kecematan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, di Site Kideco Jaya Agung dengan komoditas batubara, sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka. Untuk mengetahui produtivitas alat gali muat dan alat angkut bekerja maksimal maka diperlukan perhitungan produktivitas alat. Penilitian dilakukan dengan metode observasi lapangan dengan objek studi kegiatan pengupasan dan pengangkutan pada material overburden di Pit Samuranggau SM-B2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat produktivitas dari alat gali muat dan alat angkut serta faktor-faktor yang mempengaruhi pada kegiatan overburden pada bulan Juni 2023. PT. Karya Kembar Bersama menetapkan target produksi overburden sebesar 250.000,00 bcm/bulan. Berdasarkan penelitian dan perhitungan aktual yang telah dilakukan, produksi pada bulan Juni 2023 tidak mencapai target produksi yaitu 231.776,640 bcm/bulan pada alat gali muat dengan efisiensi kerja 83% dan produksi pada alat angkut yaitu 224.016,96 bcm/bulan dengan efisiensi kerja sebesar 82%, untuk mencapai target produksi maka dilakukan perbaikan terhadap waktu hambatan kerja dan efisiensi kerja sehingga produksi untuk pengupasan overburden setelah perbaikan pada alat gali muat menjadi 260.821,07 bcm/bulan dengan efisiensi kerja 88%, dan produksi alat angkut menjadi 255.855,68 bcm/bulan dengan efisiensi kerja 88%, berdasarkan pengamatan dan perhitungan keserasian kerja alat (match factor) pada alat gali muat dan alat angkut adalah 0,98 MF < 1, artinya alat gali muat bekerja kurang dari 100% sedangkan alat angkut bekerja 100%, sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat muat, dan perlu dilakukan peningkatan pengawasan terhadap operator dengan menerapkan sistem kerja disiplin sehingga waktu kerja lebih efektif, efisiensi kerja meningkat dan meminimalisir waktu hambatan yang dapat dihindari, sehingga produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada pengupasan overburden maksimal.} }