@thesis{thesis, author={Setia Rizki Alan}, title ={USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS GEMBOR KOTA TANGERANG DENGAN METODE SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)}, year={2023}, url={http://repository.umt.ac.id/id/eprint/885/}, abstract={Kesehatan merupakan suatu kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat. Kebutuhan itulah yang menjadikan masyarakat memperoleh dan mengharapkan pelayanan kesehatan yang lebih berorientasi pada kepuasan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Puskesmas Gembor merupakan salah satu pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di wilayah Kota Tangerang dan bertanggung jawab dalam upaya kesehatan tingkat pertama di Kelurahan Gembor. Untuk meningkatkan pelayanan Puskesmas Gembor sesuai dengan harapan dan keinginan pasien. Peningkatan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas. Berdasarkan hasil pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas Gembor pada tahun 2022, bahwa terdapat hasil IKM terendah pada unsur pelayanan Sarana dan Prasarana sebesar 80.50, unsur kompetensi pelaksana sebesar 81,25 dan unsur waktu penyelesaian sebesar 81,75. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pasien sebanyak 100 orang. Integrasi metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Servqual digunakan untuk mengetahui presepsi pasien terhadap atribut pelayanan, mengetahui atribut yang perlu ditingkatkan atau prioritas utama perbaikan. Hasil pengolahan data pada metode IPA diperoleh atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan yaitu 2 atribut dimensi Reliability, 1 atribut dimensi Assurance dan 1 atribut dimensi Tangiable. Hasil pengolahan data pada perhitungan Servqual memperoleh nilai gap terbesar -0,82 pada atribut A3 (Puskesmas memiliki jumlah peralatan kesehatan yang lengkap) , dimensi Reliability dengan nilai -0,97 atribut B9 (Pelayanan yang cepat dan tepat sesuai urutan), dimensi Responsiveness dengan nilai -0,81 atribut C18 (Petugas apotek memberi tahu lamanya proses pemberian obat), dimensi Assurance dengan nilai - 0,66 atribut D22 (Pasien merasa aman dan percaya atas pelayanan puskesmas) dan dimensi Emphaty dengan nilai -0,52 atribut E9 (Dokter dan perawat memberikan perhatian dalam menangani keluhan pasien. Hal ini menunjukan nilai gap yang dihasilkan negative (Presepsi < harapan) hal ini berarti bahwa pelayanan yang dirasakan pasien kurang memuaskan atau jauh dari yang diharapkan pasien. Rekomendasi usulan perbaikan yaitu memperbaiki mesin antrian, pengecekan rutin screnning kesehatan, membuat list jumlah peralatan kesehatan, dan membuat jadwal pembatasan pemeriksaan umum agar tidak berbelit-belit.} }