@thesis{thesis, author={Wardaniyah Ifka}, title ={Keterkaitan Karakteristik Demografi dengan Depresi pada Keluarga Pasien Stroke di RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang}, year={2020}, url={}, abstract={Stroke merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian bagi penderitanya. Pasien stroke yang mengalami kecacatan akan membutuhkan bantuan keluarga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pasien stroke yang mengalami ketergantungan pada keluarga dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan masalah psikologis yang beresiko mengalami depresi pada keluarga pasien stroke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran depresi pada keluarga yang merawat pasien stroke dan mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan depresi keluarga pasien stroke di RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan cara consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik demografi dan Beck Depression Inventory II (BDI II). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada keluarga pasien stroke yaitu sejumlah 24(36,9%) mengalami depresi dan 41(63,1%) tidak depresi. Analisis hubungan antara karakteristik responden dengan depresi pada pasien stroke didapatkan p value jenis kelamin 0,84, usia 0,86, pendidikan 0,45, hubungan dengan pasien 0,21, pekerjaan 0,83, serangan stroke 0,20, durasi perawatan 0,20. Hal ini menunjukkan bahwa p value >0,05 untuk masing-masing karakteristik responden yang berarti bahwa H0 diterima sehingga dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik demografi dengan depresi pada keluarga pasien stroke. Selama melakukan perawatan dirumah keluarga pasien stroke dapat mengalami berbagai pengalaman positif dan negatif. Karakteristik demografi (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status hubungan, pekerjaan, serangan stroke, dan durasi perawatan) dapat menjadi faktor resiko terjadinya masalah psikologis pada keluarga. Mekanisme koping yang baik, pendekatan spiritualitas dan dukungan sosial dari saudara atau kerabat terdekat dapat membantu keluarga mengatasi beban psikologis yang dirasakan sehingga dapat meminimalkan kejadian depresi keluarga pasien stroke. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik demografi dengan depresi pada keluarga pasien stroke. Depresi pada keluarga pasien stroke dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mungkin berkaitan dengan lamanya perawatan yang dilakukan pada pasien stroke. Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan tenaga kesehatan tidak hanya memperhatikan pasien dalam memberikan intervensi, namun juga memperhatikan kondisi psikologis keluarga dan memberikan dukungan sosial untuk keluarga.} }