A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Dra. Hj. Aisyah and NURUL },
title ={EFEKTIVITAS GELATIN DARI TULANG IKAN TUNA
(Thunnus sp.) SEBAGAI
CO-EMULGATOR DALAM SEDIAAN EMULSI
MINYAK IKAN (Oleum Iecoris Aselli)},
year={2013},
url={http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/10226/},
abstract={Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas gelatin dari tulang
ikan tuna (Thunnus sp.) sebagai co-emulgator dalam formulasi sediaan
emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi gelatin
yang efektif sebagai co-emulgator dalam sediaan emulsi tipe m/a. Gelatin
diperoleh dari hasil ekstraksi tulang ikan tuna di atas tangas air yang
sebelumnya telah dilakukan perendaman dengan asam klorida 6%
kemudian dikeringkan melalui proses liofilisasi lalu diserbukkan.
Selanjutnya diformulasi dalam sediaan emulsi oral tipe m/a menggunakan
gelatin sebagai co-emulgator dengan konsentrasi berturut-turut 0; 0,5; dan
1% terhadap bobot total emulsi. Kemudian dilakukan evaluasi kestabilan
fisik emulsi sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat suhu 5 dan
35°C selama 24 jam sebanyak 10 siklus yang meliputi organoleptis,
volume pemisahan, viskositas, pH dan tipe emulsi. Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian volume pemisahan dan pH,
formula dengan gelatin 1% dan tanpa gelatin mengalami pemisahan fase
pada saat penyimpanan dipercepat serta perubahan pH yang signifikan.
Formula dengan gelatin 0,5% tidak mengalami pemisahan fase dan
perubahan pH yang tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
emulsi minyak ikan (Oleum Iecoris Aselli) yang diformulasi dengan
penambahan co-emulgator gelatin dari tulang ikan tuna (Thunnus sp.)
dengan konsentrasi 0,5% adalah emulsi yang stabil secara fisik}
}