A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Dr. dr. Irfan and Dr. drh. Dwi Kesuma and HAMRIA }, title ={PENGARUH STERILISASI TERHADAP GINJAL DAN KADAR VITAMIN D PADA TIKUS JANTAN DAN BETINA = THE EFFECT OF STERILIZATION ON KIDNEYS AND VITAMIN D LEVELS IN MALE AND FEMALE RATS}, year={2021}, url={http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/10543/}, abstract={HAMRIA PRATIWI. Pengaruh Sterilisasi Terhadap Ginjal Dan Kadar Vitamin D Pada Tikus Jantan Dan Betina (dibimbing oleh Irfan Idris dan Dwi Kesuma Sari) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sterilisasi pada tikus jantan dan tikus betina terhadap kadar vitamin D dan gangguan ginjal dengan melihat histopatologi ginjal. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental dengan desain Posstest-Only Kontrol Group Design. Sebanyak 24 tikus wistar yang terdiri atas 12 tikus jantan dan 12 tikus betina masing-masing dibagi menjadi dua kelompok yaitu: 6 tikus betina sterilisasi (ovariohysterectomy), 6 tikus betina nonsterilisasi, 6 tikus jantan sterilisasi (orchiectomy), dan 6 tikus jantan nonsterilisasi. Tikus wistar yang telah berusia 10 minggu dipindahkan ke kandangnya masing-masing dan diberikan pakan biasa kepada seluruh kelompok tikus selama 7 hari sebagai proses adaptasi, setelah itu dilakukan sterilisasi pada kelompok sterilisasi. Setelah 6 minggu pascaperlakuan, usia tikus 16 minggu dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar vitamin D menggunakan metode Elisa yang dilakukan di Hum-Rc Rumah Sakit Universitas Hasanuddin dan pengambilan Ginjal untuk pemeriksaan histopatologi ginjal di Balai Besar Veteriner Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar vitamin D pada kelompok ovariohysterectomy lebih rendah dibandingkan dengan kelompok nonsterilisasi dan signifikan (Mann-withney, p<0,05). Pada kelompok orchiectomy juga lebih rendah dibandingkan kelompok nonsterilisasi dan tidak signifikan (independent t-test, p>0,05). Hasil histopatalogi pada kelompok ovariohysterectomy terdapat ginjal normal sebanyak 2 dan 4 mengalami kerusakan sedang, sedangkan pada kelompok nonsterilisasi terdapat ginjal normal sebanyak 5 dan 1 mengalami kerusakan ringan dengan hasil yang diperoleh tidak signifikan (Chi-Square, p>0,05), pada kelompok orchiectomy terdapat kerusakan ringan sebanyak 3 dan 3 mengalami kerusakan sedang, sedangkan pada kelompok nonsterilisasi terdapat ginjal normal sebanyak 5 dan 1 mengalami kerusakan ringan dengan hasil yang signifikan (Chi-Square, p<0,05). Kata kunci: sterilisasi, vitamin D, gangguan ginjal, histopatalogi} }