A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ARNAZ and Dr. Dara }, title ={TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK TERHADAP ANAK}, year={2012}, url={http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/10558/}, abstract={ABSTRAK ARNAZ DWIJAYANTO (B111 10 440 ), Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Persetubuhan Yang Dilakukan Oleh Anak Terhadap Anak ( Studi Kasus Nomor : 1157 / Pid.B / 2012 / PN. Mks ). Dibawah bimbingan H. M. Imran Arief selaku pembimbing I dan Dara Indrawati selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum pidana materiil terhadap tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak terhadap anak dan untuk mengetahui pertimbangan hukum oleh hakim dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak terhadap anak dalam putusan perkara nomor : 1157 / Pid.B / 2012 / PN. Mks. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar khususnya pada instansi Pengadilan Negeri Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan turun langsung ke lapangan (Pengadilan Negeri Makassar) untuk mengumpulkan data dengan wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan teknik kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif yaitu menjelaskan, menguraikan dan menggambarkan sesuai dengan permasalahan yang erat kaitannya dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (I) Penerapan sanksi pidana oleh hakim terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak terhadap anak sudah sesuai karena penerapan sanksi dalam putusan perkara Nomor 1157/Pid.B/2012/PN.Mks dalam Pasal 81 ayat (2) Undangundang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjelaskan unsur tindak pidana materiil mengingat sistem pemidanaan dalam Undang-undang Perlindungan Anak menggunakan pidana minimal dan maksimal. (II) Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak terhadap anak dalam perkara Nomor 1157/Pid.B/2012/PN.Mks dalam pertimbangan hakim lebih mengutamakan perbaikan diri terhadap terdakwa, terlihat dalam pemberian hukuman yang paling ringan berdasarkan Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Perlindungan Anak, seharusnya mendapat hukuman yang sesuai yang diatur dalam pasal tersebut tetapi karena berbagai pertimbangan hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk bisa lebih memperbaiki diri agar kelak tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum.} }