A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Kifayah and Nadzirah and Titania },
title ={PENGURANGAN DEFECT PRODUK BUTSUDAN DI PT. MARUKI INTERNATIONAL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN KAIZEN)},
year={2021},
url={http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/5545/},
abstract={PT. Maruki International Indonesia merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang furniture dengan produk yang dihasilkan yaitu butsudan. Butsudan merupakan suatu jenis furniture berbentuk lemari kayu yang digunakan oleh masyarakat beragama Budha untuk meletakkan benda-benda keagamaan yang akan digunakan sebagai media komunikasi dengan leluhur. Dalam setiap proses produksi tidak terlepas dari kegagalan berupa defect. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis defect pada produksi butsudan, menganalisis level sigma dari produksi butsudan, menganalisis dan menentukan kategori penyebab tertinggi terjadinya defect pada produksi butsudan, memberikan usulan perbaikan untuk meminimasi defect pada produksi butsudan. Berdasarkan diagram pareto, defect yang menjadi prioritas perbaikan yaitu Tome 36,3%, Tsukiita bergelembung dan retak 17,5%, hasil painting kurang bagus 12%, komponen tidak rapat 11,6% dan komponen penyusun pecah dan retak 10,2%. Level sigma yang diperoleh dari produksi butsudan PT Maruki International Indonesia berada di level sigma 3,45 dengan kemungkinan defect terbesar yaitu 27028 set per satu juta produksi. Dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis dibantu tools fishbone diagram dan diagram pareto dapat ditemukan kategori penyebab defect dan mencari prioritas alternatif perbaikan untuk mengurangi kegagalan proses dengan menggunakan metode Kaizen. Sehingga setelah rencana perbaikan diterapkan pada proses proses produksi butsudan diharapkan dapat mencapai zero defect.}
}