A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined offset: 1
Filename: controllers/Document.php
Line Number: 69
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={NINGSI and Prof. Dr. Muh. Yamin and Prof. Dr. Pawennari },
title ={SCHISTOSOMIASIS PADA MASYARAKAT DATARAN TINGGI LINDU
DI KABUPATEN SIGI, PROPINSI SULAWESI TENGAH
( SUATU STUDI ANTROPOLOGI KESEHATAN )},
year={2013},
url={http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/9570/},
abstract={NINGSI, Schistosomiasi Pada Masyarakat Dataran Tinggi Lindu di Kabupaten
Sigi Propinsi Sulawesi Tengah (Suatu Studi Antropologi Kesehatan) dibimbing
oleh Prof. Dr. M. Yamin Sani, MS dan Prof. Dr. Pawenari Hijjang, MA.
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengetahuan, perilaku, persepsi
masyarakat, peran petugas kesehatan serta lembaga lokal dalam mencegah
dan terkait schistosomiasis.
Penelitian dilakukan di Dataran Tinggi Lindu Kabupaten Sigi. Tehnik
pengumpulan yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan
studi dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Lindu telah
mengetahui penyebab, gejala-gejala dan penularanan schistosomiasis. Perilaku
masyarakat dalam hal pencegahan schistosomiasis masih kurang menunjukkan
perilaku yang positif, terutama untuk mencegah diri agar tidak tertular
schistosomiasis. Hasil observasi rata-rata masyarakat tidak menggunakan alat
pelindung diri seperti sepatu boot saat beraktivitas di sawah maupun di kebun.
Perilaku pencarian pengobatan schistosomiasis dilakukan dengan
mendahulukan pengobatan medis. Peran petugas kesehatan dan lembaga lokal
dalam penanggulangan schistosomiasis masih dalam bentuk pemeriksaan tinja
dengan pengobatan pada penderita. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan,
perilaku dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang lebih dominan
terhadap kejadian schistosomiasis dan bisa dikatakan sebagai faktor resiko
utama terjadinya schistosomiasis di kawasan Lindu}
}