A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={k Dr.Eng. M. Alimuddin and Prof. Dr. rer.nat. and SUHENDRATMAN ADE PERDANA}, title ={ANALISIS SEDIMEN KUARTER DAN ZONA KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN PENGUKURAN MIKROTREMOR (STUDI KASUS KABUPATEN GOWA DAN KOTA MAKASSAR}, year={2013}, url={http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/9739/}, abstract={ABSTRAK ADE PERDANA SUHENDRATMAN. Analisis Sedimen Kuarter dan Zona Kerentanan Seismik Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor :Studi kasus Kabupaten Gowa dan Kota Makassar (dibimbing oleh A.M. Imran dan Alimuddin Hamzah) Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) ketebalan rata-rata sedimen kuarter delta Sungai Jeneberang, (2) peta Kg (indeks kerentanan seismik) delta Sungai Jeneberang. Penelitian ini menggunakan pengukuran mikrotremor metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectrum Ratio) dan pengukuran geolistrik tahanan jenis metode VES (Vertical Electrical Sounding). Hasil dan pembahasan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif melalui pendekatan peta geologi regional. Hasil penelitian ketebalan sedimen kuarter berdasarkan pengukuran mikrotremor dan pengukuran geolistrik dari 2 titik pengukuran yaitu di Jalan Aroepala, Kabupaten Gowa dihasilkan kedalaman 61m dan 60m. Daerah Tanjung Bayang, Kota Makassar dihasilkan kedalaman yang sama sebesar 43m. Secara umum ketebalan sedimen kuarter Kota Makassar menipis ke arah barat dengan persebaran material yang tidak merata berupa sedimen kuarter lepas, halus dan tidak massif yang terdiri dari kerikil, pasir, lempung, lumpur dan koral. Zona Kg terendah berkisar (0-40) di Kota Makassar pada Kecamatan Tamalate, Mamajang dan Mariso. Zona Kg sedang berkisar (41-80) di Kota Makassar pada Kecamatan Barombong, Ujung Tanah, Wajo, Bontoala, Panakukang bagian utara, untuk Kabupaten Gowa pada Kecamatan Sombaopu dan Palangga. Zona Kg tertinggi berkisar (81-130) di Kota Makassar pada Kecamatan Panakukang bagian selatan dan Rapocini bagian utara, ketiga zona tersebut merupakan sedimen kuarter gunung Bawakaraeng dan pantai barat Sulawesi. Kata kunci: Sedimen kuarter, Indeks kerentanan seismik, HVSR, VES} }