@thesis{thesis, author={Retno Agustina Ekaputri and Rosanti BR.Turnip Leniria }, title ={ ANALISIS UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA (PERIODE 2000-2008) }, year={2009}, url={http://repository.unib.ac.id/2278/}, abstract={ Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mempunyai masalah kekurangan sumber daya modal sendiri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi merupakan prasyarat mutlak bagi negara Indonesia, untuk memperkecil jarak ketertinggalannya di bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dari negara-negara industri maju. Upaya pembangunan ekonomi di negara pada umumnya diprakarsai oleh pemerintah. Untuk mencukupi kekurangan sumber daya modal ini, maka pemerintah negara berusaha untuk mendatangkan sumber daya modal dari luar negeri melalui utang luar negeri pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi perkembangan utang luar negeri pemerintah, kewajiban pembayaran bunga dan cicilan utang luar negeri pemerintah, dan dampak/pengaruh utang luar negeri pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari BI dan BPS Propinsi Bengkulu. Data yang digunakan berupa time series triwulan dari tahun 2000-2008. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana model Hojman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Utang luar negeri pemerintah dari tahun 2000 sampai tahun 2008 mengalami peningkatan, lebih banyak didominasi oleh mata uang Dolar Amerika dan Yen Jepang, dan utang luar negeri pemerintah bukan komersial (non-commercial) jumlahnya lebih besar dari jumlah utang luar negeri pemerintah komersial (commercial). Selanjutnya, kondisi pembayaran bunga dan cicilan utang luar negeri pemerintah masih mengalami selisih yang cukup jauh dari jumlah utang luar negeri pemerintah yang ada. DSR dan DGDP sudah melebihi batas aman dari yang sudah ditetapkan oleh peraturan pemerintah. Dan berdasarkan hasil analisis regresi sederhana Hojman, dikatakan bahwa utang luar negeri pemerintah mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Diharapkan pemerintah lebih hati-hati dan bijaksana dalam mengambil keputusan terkait dalam penambahan utang luar negeri baru dan pengelolaan terhadap utang yang sudah ada. Agar tidak semakin terjerumus dalam masalah utang yang lebih parah, tetapi bisa keluar dari masalah ketergantungan akan utang luar negeri. } }