@thesis{thesis, author={KUSNADI IRPAN}, title ={PERSENTASE BONELESS DADA DAN PAHA AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) YANG DIBERI TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DALAM RANSUM}, year={2021}, url={http://repository.unida.ac.id/2817/}, abstract={IRPAN KUSNADI. A.1711371. Persentase Boneless Dada dan Paha Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) yang Diberi Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus) dalam Ransum. Dibimbing oleh Ristika Handarini dan Jatmiko. Daging ayam kampung cukup kecil dibandingkan dengan ayam ras. Cara untuk meningkatkan persentase daging ayam kampung dengan memberikan feed additive. Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman yang mempunyai zat gizi tinggi, sebagai anti bakteri, dan mengandung beta karoten sebagai zat aktif warna karkas. Ayam KUB memiliki keunggulan pertumbuhan yang cepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun katuk pada pertumbuhan ayam KUB dapat dilihat dari pertumbuhan bobot potongan karkas dada dan paha, boneless, tulang, kulit dan rasio daging tulang. Ayam KUB unsexed umur 7 hari diproduksi oleh Charlim Farm sebanyak 96 ekor. Kandang jenis postal sebanyak 16 sekat dengan ukuran 60×57×70 cm. Ransum self mixing tersusun dari tepung jagung kuning, dedak halus, bungkil kedelai, tepung ikan, premix, dicalcium phosphate (DCP), minyak sayur dan tepung daun katuk. Pemberian minum secara ad libitum. Penelitian mulai tanggal 31 Oktober ? 27 Desember 2020, di Kampung Nambo Cipeuntas, Desa Taman Sari, Kecamatan Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. R0 = tanpa pemberian tepung daun katuk dalam ransum, R1 = pemberian 1% tepung daun katuk dalam ransum, R2 = pemberian 2% tepung daun katuk dalam ransum, R3 = pemberian 3% tepung daun katuk dalam ransum. Hasil analisis ragam pemberian tepung daun katuk dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase boneless dada dan paha, persentase tulang dada, persentase kulit paha dan rasio daging tulang dada namun tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase dada, persentase paha, persentase tulang paha, persentase kulit dada dan rasio daging tulang paha} }