@thesis{thesis, author={NOVIANTI FLORENCE DEVINA}, title ={IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK ENTREPRENEURSHIP PADA PENGUSAHA PT. REMAJA ADIDAYA MOTOR KUDUS}, year={2016}, url={http://repository.unika.ac.id/11089/}, abstract={Berwirausaha muncul diikuti dengan keberanian individu dalam mengembangkan usaha dan ide-ide barunya sehingga akan mempengaruhi strategi karir berwirausaha. Keunggulan kompetitif merupakan syarat sukses bagi pengusaha atau pengelola bisnis. Hal yang melatarbelakangi permasalahan bahwa disaat tingkat kebutuhan dan keinginan konsumen akan permintaan mobil begitu tinggi di Kota Kudus, justru tingkat penjualan perusahaan mengalami penurunan. Hal itu tidak lepas dengan semakin banyaknya dealer-dealer yang bermunculan di Kota Kudus sehingga persaingan penjualan semakin kompetitif. Populasi dalam penelitian ini seluruh pemilik dan karyawan yang selalu berinteraksi dengan pemilik PT. Remaja Adidaya Motor Kudus sebesar 11 orang. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mengkhususkan pada karyawan selaku pengelola dealer yang mempunyai masa kerja minimal 2 tahun dan hanya pengelola atau karyawan yang sering berinteraksi dengan pemilik, maka jumlah sampel untuk karyawan selaku pengelola delaer diperoleh sebesar 3 orang. Alat analisis data yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada visi dan tujuan usaha yang jelas, sebagian besar tanggapan reponden berpendapat jika pemilik dealer PT. Remaja Adidaya Motor Kudus kurang adanya kejelasan dalam menerapkan visi dan tujuan usaha. Untuk kesediaan menanggung risiko waktu dan uang, sebagian besar responden berpendapat jika pemilik kurang adanya keberanian dalam menanggung risiko yang dihadapi baik dalam bentuk waktu dan uang. Berdasarkan berencana dan mengorganisir pemilik dealer kurang berani mengambil langkah dengan baik dalam merencanakan dan mengorganisir dalam menjalankan usahanya. Pihak pemilik dealer kurang bekerja keras sesuai tingkat urgensinya, seperti kurangnya bekerja keras dalam menjalankan usahanya, tekad yang tinggi dalam memajukan usaha. Pihak pemilik dealer kurang menjaga hubungan baik dengan pelanggan, distributor dan karyawan. Pihak pemilik dealer kurang bertanggung jawab secara penuh terhadap risiko yang harus diambil, seperti tanggung jawab dalam memajukan perusahaan dan bentuk kepuasan pribadi ketika rencana yang dilakukan berjalan dengan baik.} }