@thesis{thesis, author={JOHANES ONG VIRSA}, title ={ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN PT. TAPEL KUDA KENCANA}, year={2004}, url={http://repository.unika.ac.id/13956/}, abstract={PT. Tapel Kuda Kencana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri rokok. Untuk mengembangkan perusahaan tersebut perusahaan perlu membenahi berbagai unsur yang salah satunya adalah efisiensi penggunaan modal kerja yang bertujuan agar pihak manager dapat membuat kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik. Berdasarkan hal tersebut diatas maka perusahaan perlu mengetahui apakah penggunaan modal kerja sudah efisien atau belum. Data yang digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja adalah laporan neraca dan laporan rugi laba dimana dalam penelitian ini yaitu laporan meraca dan laporan rugi laba tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Sedangkan alat analisis yang digunakan untuk mengolah data tersebut yaitu melalui tahap 1) perputaran unsur-unsur modal kerja 2) menentukan unsur-unsur modal kerja ideal dan riil 3) evaluasi penggunaan modal kerja. Setelah semua data diolah maka untuk menghitung efisiensi tidaknya unsur-unsur modal kerja dengan cara membandingkan rata-rata industri dengan rasio perusahaan dimana rata-rata industri diperoleh dari membandingkan rata-rata beberapa perusahaan lain yang sejenis yaitu, perusahaan rokok kategori kecil yang berdomisili di Jawa Tengah. Dari hasil pehitungan yang dilakukan di peroleh hasil akhir yaitu bahwa perusahaan rokok PT Tapel Kuda Kencana dalam penggunaan unsur-unsur modal kerja secara umum belum efisien, yaitu dengan perbandingan antara perusahaan dengan rata-rata industri, untuk tahun 2000 adalah untuk perputaran kas (10,99 x) berbanding (12 x), perputaran piutang (23,82 x) berbanding (25 x), perputaran persediaan bahan baku (17,83 x) berbanding (18 x), perputaran persediaan barang dalam proses (21,59 x) berbanding (20,5 x) dan untuk barang jadi (28,62 x) berbanding (27,04). Untuk tahun 2001 adalah sebagai berikut untuk perputaran kas (10,72 x ) berbanding (10 x), perputaran piutang (26,48 x) berbanding (25 x), perputaran persediaan bahan baku (23,15 x) berbanding (24 x), perputaran barang dalam proses (19,18 x) berbanding (19,61 x) dan barang jadi (32,54 x) berbanding (38,27 x). Untuk tahun 2002 kas (11,69 x) berbanding (13 x), piutang (16,43 x) berbanding (18 x), persediaan bahan baku (22,56 x) berbanding (21,7 x), barang dalam proses (19,45x) berbanding (19,61 x) barang jadi (42,97 x) berbanding (43,85x). Dan pada tahun 2003 untuk perputaran kas (11,90 x) berbanding (13 x), piutang (15,19 x) berbanding (17x), bahan baku (21,94x) berbanding (21 x), barang dalam proses (25,05 x) berbanding (24,5 x) dan untuk barang jadi (45,42x) berbanding (44,63 x). Berdasarkan hasil tersebut perusahaan perlu untuk meningkatkan penggunaan modal kerja dan memperhatikan unsur-unsur modal kerja yang ada.} }