@thesis{thesis, author={ANUGERAHENI ANINDITA PUTRI}, title ={PENGEMBANGAN BISKUIT MP-ASI DENGAN PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN TEPUNG BERAS MERAH (Oryza nivara)}, year={2018}, url={http://repository.unika.ac.id/16598/}, abstract={Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) merupakan makanan pendamping dari air susu ibu yang disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi. MP-ASI diberikan kepada bayi ketika air susu ibu sudah tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Pada bayi usia 12-24 bulan mulai diperkenalkan dengan jenis makanan padat seperti biskuit sebagai MP-ASI. Biskuit MP-ASI dapat dikembangkan melalui pemanfaatan bahan pangan lokal seperti labu kuning yang memiliki kandungan beta karoten dan tepung beras merah yang memiliki kandungan protein. Puree labu kuning merupakan bentuk produk olahan dari buah labu kuning dengan pemberian proses pengukusan. Tepung beras merah merupakan bentuk produk olahan dari beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biskuit MP-ASI yang mampu memberikan kandungan gizi terbaik seperti vitamin A dan protein, untuk mengetahui pengaruh penambahan puree labu kuning dan tepung beras merah pada biskuit MP-ASI, selain itu juga mengetahui tingkat kesukaan pada masing-masing formulasi biskuit. Pada penelitian ini menggunakan 4 formulasi biskuit MP-ASI, yaitu biskuit kontrol tanpa penambahan puree labu kuning dan tepung beras merah, biskuit formulasi 1 dengan penambahan 5% tepung beras merah dan 10% puree labu kuning, biskuit formulasi 2 dengan penambahan 7,5% tepung beras merah dan 7,5% puree labu kuning, serta biskuit formulasi 3 dengan penambahan 10% tepung beras merah dan 5% puree labu kuning. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisa fisik, analisa kimiawi, dan analisa organoleptik. Pada analisa fisik warna yang terbaik dimiliki biskuit kontrol dan analisa tekstur terkeras dimiliki biskuit formulasi 3 dan formulasi terlunak dimiliki biskuit formulasi 1 dengan penambahan puree labu kuning terbanyak. Analisa kimiawi yang dilakukan menghasilkan biskuit formulasi 3 memiliki kadar abu tertinggi yaitu 1,63%, kadar protein tertinggi yaitu 6,16%. Kadar air tertinggi dimiliki biskuit formulasi 1 yaitu 4,80%, kadar lemak teringgi dimiliki biskuit kontrol sebesar 37,59%, dan kadar karbohidrat tertinggi dimiliki biskuit formulasi 2 yaitu sebesar 56,61%. Kadar beta karoten tertinggi dimiliki biskuit formulasi 1 yaitu sebesar 4,32 mg/100 gram produk. Hasil analisa organoleptik biskuit MP-ASI kontrol memiliki tingkat kesukaan overall tertinggi dengan rata-rata 2,88. Selain itu biskuit formulasi 1 merupakan formulasi yang agak disukai disukai panelis dengan rata-rata 2,65 dengan penambahan 10% puree labu kuning dan 5% tepung beras merah.} }