@thesis{thesis, author={Putri Eka Nur Setiani}, title ={EFL STUDENTS READING STRATEGIES IN UNDERSTANDING PRINCESS MERIDA’S REPRESENTATION OF WOMAN IN BRAVE MOVIE}, year={2020}, url={https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/3525/}, abstract={Kata kunci: EFL siswa, strategi membaca, representasi wanita, film Berani Membaca adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh EFL siswa. Para siswa EFL memiliki banyak strategi membaca yang dibuat mereka mengerti tentang membaca sendiri. Film pemberani (2012) adalah sebuah film animasi yang terkenal di kalangan anak-anak. Karakter utama ini adalah Putri Merida. Film ini dipilih karena jumlahnya banyak nilai-nilai yang dapat diambil dalam kehidupan kita. Penelitian ini difokuskan pada representasi Putri Merida seperti yang digambarkan dalam Brave Movie (2012) dan Strategi Membaca yang digunakan oleh EFL siswa untuk memahami representasi wanita Putri Merida di Film pemberani (2012) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan: (1) Putri Representasi Merida tentang wanita dalam film Brave (2012) dan (2) jenis strategi membaca yang digunakan oleh siswa EFL. Sang penulis menggunakan Teori Downing dan Roush (1985). Lima tahap feminis pengembangan identitas adalah penerimaan pasif, relevansi, keterlekatan-emanasi, sintesis, komitmen aktif. Dan membaca strategi yang digunakan Teori Paerson dan Gallagher (1983). Ada tiga klasifikasi tingkatan strategi membaca : evaluatif, inferensial, dan harfiah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan dokumentasi dan angket sebagai teknik pengumpulan data. Data dari penelitian ini berupa tuturan dan tindakan Putri Merida dalam film Brave (2012) sedangkan sumber datanya dari Brave movie (2012) dan siswa EFL SMPN 2 Sukodono di tahun ajaran 2018-2019 sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Putri Merida digambarkan sebagai putri yang berani mendobrak tradisi. Dia berani mengubahnya vi masyarakat bahwa perkawinan bukanlah satu-satunya hal yang dapat mempersatukan kerajaan dan Hal ini berkaitan dengan Downing and Roush Theory (1985) tentang feminis identitas, dan (2) sebagian besar siswa di SMPN 2 Sukodono sebagai EFL siswa yang 40% dipekerjakan oleh siswa menggunakan strategi membaca di tingkat Inferensial.} }