@thesis{thesis, author={SYAHADA ZHEANE}, title ={GENDER LANGUAGE STYLES IN POST-ENGAGEMENT INTERVIEW WITH PRINCE HARRY AND MEGHAN MARKLE}, year={2020}, url={https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/3606/}, abstract={Kata kunci : Bahasa , jender , lintas jender , Harry , dan Markle Penelitian ini bertujuan untuk melihat fitur Bahasa jender yang Pangeran Harry dan Meghan Markle gunakan di wawancara mereka pasca pertunangan. Ini menjadi sangat penting karena mereka berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, Harry berasal dari keluarga kerajaan sedangkan Markle terjun dalam dunia hiburan Holywood. Tentunya cara mereka menggunakan fitur bahasa pasti berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki sebuah pertanyaan : apa perbedaan fitur bahasa jender yang ditemukan dalam wawancara pascapertunangan Pangeran Harry dan Markle (2018) ? Untuk mendukung studi ini, penelitian ini menggunakan teori dari Lakoff dan Pearson mengenai fitur Bahasa jender. penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam studi ini dengan dokumentasi. Langkah-langkahnya adalah: membaca, mengambil bukti, dan mengklasifikasi berdasarkan tabel. Data dalam studi ini berupa pengucapan. Teknik analisis yang digunakan adalah interpretasi deskriptif. Langkah-langkahnya adalah menampakkan hasil, menampilkan data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam perbedaan umum, Harry lebih agresif. gaya bahasa berorientasi tugas dan instrumental sedangkan Markle lebih ekspresif, mendukung, afiliasi, patuh, dan penggunaan bahasa yang sesuai. Dalam perbedaan substantif, Harry lebih sering mengucapkan kalimat lontaran, Markel lebih banyak menggunakan kosakata, penguat, pagar, dan pengisi. Dalam perbedaan struktural , Harry menggunakan interupsi dan Markle menggunakan lebih banyak waktu bicara dan diam. Dalam mencampur perbedaan, Harry lebih mengontrol topik sementara Markle menggunakan lebih banyak pertanyaan. Bagaimanapun, terdapat fitur bahasa lintas gender dalam wawancara tersebut. Fitur bahasa lintas gender di sini bisa juga terkait dengan latar belakang sosial yang mereka miliki. Markle adalah salah satu mantan artis di Amerika Serikat, jadi baginya, menyela seorang pria saat berbicara adalah bagian dari ideolog liberal di Amerika.} }